Sabtu, 1 Oktober 2022
Bacaan : 2 Korintus 5 : 1-10
—sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat— (2 Korintus 5:7)
Beberapa minggu yang lalu saya menceritakan tentang salah satu masa paling sulit dalam hidup saya. Ketika saya masih berusia duapuluhan, saya ditolak untuk ditahbiskan oleh pendeta saya. Pengalaman pertama saya di hadapan dewan penilik, mereka menjelaskan bahwa ide-ide saya terlalu radikal, pendekatan saya terlalu tidak lazim, dan semangat saya “berlebihan”. Jadi bukannya mentahbiskan saya dengan rekan-rekan seangkatan saya, mereka menaruh saya dalam masa percobaan satu tahun. Setelah melewati setahun lagi di sekolah Alkitab, mereka akan mengevaluasi ulang potensi saya untuk menjadi pendeta yang ditahbiskan.
Saya mengingat dengan jelas waktu saya menyetir mobil pulang ke rumah, terisak-isak dalam mobil merah saya yang kecil. Nah, ada menangis biasa dan menangis yang jelek. Saya benar-benar dalam keadaan menangis-yang-jelek-sampai-ingus-mengalir-dan-susah-bernafas. Saya merasa seperti seluruh hidup saya, semua yang telah saya perjuangkan, telah direnggut dari saya.
Di saat itulah saya merasakan hadirat Allah yang sangat nyata. Pada saat itu, saya mendengar suara di dalam hati kecil saya, “Kamu bukanlah apa yang dikatakan orang lain. Kamu adalah seperti apa yang Kukatakan. Dan Aku berkata bahwa Aku memanggilmu untuk melayaniKu.” Dan hanya itulah yang saya perlukan. Pendapat manusia tidaklah penting. Jaminan dari Tuhan, itulah yang saya perlukan.
Bilamana Anda merasa sedih atau patah semangat, ingatlah, Anda bukanlah apa yang dikatakan oleh orang-orang lain. Anda bahkan bukan seperti yang Anda sendiri pikirkan. Anda adalah apa yang Tuhan katakan tentang diri Anda.
Dan Ia berkata Anda adalah milikNya.
Anda memiliki RohNya.
Dan Anda bisa melakukan apapun menurut panggilan yang telah diberikanNya untuk Anda kerjakan.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, ketika orang lain meragukanku, itu menyakitkan, dan terkadang aku ingin menyerah. Tetapi aku mengingat segala sesuatu yang telah Kau perbuat bagiku dan panggilanMu untuk aku kerjakan. Aku adalah milikMu—pakailah aku, Tuhan, tak peduli apapun kata orang.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

