Berbagai Cara Ekspresi

Minggu, 27 Desember 2020

Bacaan : Mazmur 119 : 1-12

Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. (Mazmur 119:10)

Mungkin beberapa hari belakangan ini Anda telah berusaha untuk menemukan panggilan hidup Anda. Mungkin Allah telah memberikan Anda gambaran yang jelas dan Anda mulai mengeksplorasi seperti apakah itu jadinya dalam kehidupan Anda.

Saat Anda memilah-milah hal ini bersama Tuhan, jangan dengarkan bisikan si jahat ketika ia berusaha melemahkan Anda. Dengarkanlah yang ini—Anda tidak terlalu tua untuk menemukan panggilan Anda, dan Anda tidak terlalu muda untuk memiliki berbagai cara untuk mengekspresikannya.

Sebelum semua pekerjaan menulis dan menjadi pembicara dan buku dan segala perjalanan ke berbagai tempat ini, saya mengajar di sekolah dasar. Sesungguhnya itu adalah pekerjaan yang selalu saya idam-idamkan. Saya mempunyai kenangan yang sangat jelas ketika saya kelas 2 dan 3 SD, terutama tentang guru saya, Miss Albers. Saya menyayangi dia. Saya ingat saya naik dari kelas 3 dan berpikir, Saya mau jadi seperti dia. Inilah yang akan saya kerjakan di masa datang.

Dan sejak dari titik itulah, saya mulai mengejar impian untuk menjadi guru. Saya kuliah di Universitas Georgia, mengambil jurusan pendidikan, dan kemudian saya mengajar di SD. Saya menyukainya.

Saya terutama menyukai ketika selama musim dingin, dan desain majalah dinding begitu menarik dan ada pesta-pesta . . . Ya, ya, saya tahu. Ini mengejutkan Anda kalau saya ini guru yang, “Wah saya suka pesta!” Maksud saya, saya senang ketika anak-anak bisa belajar banyak hal juga.

Saya mempunyai dua karir penuh-waktu. Dua karir yang sangat berbeda. Tetapi panggilan saya tetap sama.

Saya senang membacakan buku keras-keras untuk mereka. Saya senang berada di masa-masa awal kehidupan mereka. Ini adalah pekerjaan impian. Sementara saya mengerjakan itu, saya juga menjadi relawan di persekutuan pemuda gereja lokal saya, dan saya mulai menuliskan kurikulum untuk mereka. Lalu suatu hari gembala pemuda kami sakit dan meminta saya untuk mengajar. Dan semua hal ini berkembang dengan sangat cepat seperti bola salju sampai saya mempunyai dua karir yang sepertinya bersaing. Setiap hari saya pulang dari mengajar di sekolah dan menulis sepanjang malam dan meminum semua kopi dari kedai kopi di sepanjang perjalanan ke sekolah hari berikutnya.

Dan saya merasa seperti Tuhan menaruh peluang ini di hadapan saya dan berkata, “Hey. Hal-hal menulis dan jadi pembicara ini. Kamu mau coba?”

Jadi Tuhan bertanya apakah saya mau menjadi berani, dan saya menjawab ya.

Saya mempunyai dua karir penuh-waktu. Dua karir yang sangat berbeda. Tetapi panggilan saya tetap sama.

Saya percaya bahwa kita semua mempunyai satu panggilan, tetapi itu bisa diekspresikan dalam banyak cara. Satu panggilan. Banyak cara ekspresi. Beranilah dan eksplorasi semua itu.

JADILAH BERANI: Apakah Tuhan menunjukkan beberapa cara yang berbeda untuk Anda dapat mengekspresikan panggilan Anda?

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top