Bangun Kembali

Jumat, 10 Februari 2023

Bacaan : Amsal 3 : 1-8

Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, (1 Tawarikh 16:15)

Kita hidup dalam dunia di tengah peperangan. Tetapi ada bagian dari sifat manusia yang harus kita pahami—kita tidak mau menghadapi semua itu. Sebaliknya kita ingin menemukan cara untuk membuat kita mati rasa terhadap kenyataan saat ini dan menciptakan kembali kenyamanan seperti di Eden dalam tingkat tertentu. Kita hanya ingin kehidupan yang baik.

Itulah sebabnya kita diperintahkan, ratusan kali di sepanjang isi Alkitab, untuk mengingat. Kita harus terus-menerus dibangunkan kembali dari tidur berjalan kita.

Mengingat akan membawa Anda pada kenyataan; itu akan mematahkan mantra “Aku hanya ingin kehidupan yang baik.” Itu akan mengundang kita kepada Kisah Allah, mengundang kita untuk mengambil peranan kita dalam tujuan yang jauh lebih besar, untuk bergabung bersamaNya dalam peperangan melawan kejahatan ini dan dalam membawa Yesus Kristus—satu-satunya solusi dalam dunia yang hancur ini. Waktunya akan tiba segera di mana kehidupan akan menjadi baik. Sampai saat itu, kita harus mengingat, kalau tidak kita akan menjadi mati rasa karena melupakan dan terbius oleh sifat dasar kita yang tidak mau menghadapi kenyataan.

Yesus tidak pernah berbicara tentang kasur atau pensiun yang nyaman. Ia melancarkan serangan kerajaan Allah ke dunia yang berada dalam kegelapan. Ia mengundang Anda untuk bergabung denganNya untuk hidup dalam Kisah yang menakjubkan, berbahaya, sekaligus indah.

~***~

Tuhan Yesus, tolonglah aku untuk mengingat kebenaran tentang hidup ini. Tolonglah aku untuk melihat, memahami, bertobat, mengampuni, sembuh, dan pulih. Tuhan Yesus, aku memberikan seluruh hatiku kepadaMu, bawalah aku kembali ke dalam KisahMu.

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top