Kamis, 6 Januari 2022
Bacaan : Ibrani 10 : 35-39
Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. (Ibrani 10:36)
Saya sangat menyukai film-film tentang atlet-atlet hebat dan tim olahraga mereka. Saya senang melihat orang-orang tak diunggulkan yang tidak menyerah saat mereka menghadapi tantangan yang mustahil dalam mencapai impian mereka. Dalam beberapa cerita, keluarga dan sahabat-sahabat memberi dukungan kepada mereka. Dan di cerita yang lain, mereka harus berjuang sendiri. Beberapa dari mereka memiliki bakat alami, sementara yang lain harus berusaha ekstra keras untuk mencapai puncak. Banyak di antara mereka yang mengalami kekalahan sebelum akhirnya mulai meraih kemenangan.
Juara sejati—bukan hanya pemenang—menginspirasi kita untuk bertekun dalam iman kita. Seperti yang pernah dikatakan oleh Christopher Morley, “Tembakan besar sebenarnya hanyalah tembakan-tembakan kecil yang terus ditembakkan.” Di waktu-waktu tertentu rasanya sangat berat untuk terus melangkah. Kita berusaha keras namun mengalami kegagalan dan harus bangkit kembali, tetap mempercayai Allah untuk membuat kita bertahan dan memberi kekuatan untuk kembali ke arena perlombaan. Di masa-masa tersebut, kita harus selalu mengingat bahwa Tuhan tidak pernah meminta kita untuk memenangkan setiap perlombaan. Ia meminta kita untuk mengambil langkah berikutnya, dan berikutnya, sampai kita mencapai garis akhir. Itulah artinya menjadi juara.
DOA KEKUATAN
Tuhan, jangan biarkan aku menyerah hari ini. Tolonglah aku untuk terus memandang kepadaMu sebagai sumber kekuatan ketika aku tak sanggup lagi melangkah. Bangkitkanlah aku supaya aku dapat berpijak di atas kakiku dan melangkah lagi.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

