Bahasa Melalui Suara yang Terdengar

Kamis, 29 Oktober 2020

Bacaan :  Yohanes 12 : 20-36

Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.” (Yohanes 12:29)

Suara Tuhan bukan sekedar berupa kesan yang kita rasakan. Suara Tuhan merupakan komunikasi kata demi kata dari Allah kepada kita. Suara yang bisa terdengar (audible) itu mungkin bisa terdengar oleh telinga jasmani kita, baik pada saat kita terjaga atau dalam keadaan tertidur. Suara itu juga bisa terdengar dalam telinga rohani kita. (Alasan saya melakukan pembedaan ini adalah bahwa setelah hal itu terjadi, Anda tidak dapat selalu mengingat apakah suara itu terdengar oleh telinga jasmani atau rohani. Itu lebih dari sekedar kesan, suara itu sejelas mendengar orang berbicara).

Paling tidak ada dua kejadian di mana saya telah dibangunkan oleh suara Tuhan yang terdengar. Namun ketika merenungkan hal itu, saya tidak pernah berpikir bahwa istri saya juga mendengarnya, dan memang ia tidak mendengarnya. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa itu bisa terdengar telinga jasmani, seperti dalam Yohanes 12, atau dalam roh kita. Suatu kali Tuhan membangunkan saya melalui suaraNya, dan berkata, “Ia berjaga-jaga atas orang-orang yang berjaga-jaga di hadapan Tuhan.” Frase itu kemudian memenuhi pikiran saya sepanjang malam itu. Jelas sekali bahwa Ia menghendaki perhatian saya sepenuhnya sehingga saya bisa belajar memperhatikan Dia semata. Dengan melakukan itu, Ia bisa berjaga-jaga atas semua orang yang menaruh perhatian kepada saya.

From “Dreaming with God” by Bill Johnson

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top