Senin, 23 November 2020
Bacaan : Yesaya 41 : 8-16
Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” (Yesaya 41:13)
Berani. Apakah itu? Kenyataannya, tidak ada formula atau aturan tertentu untuk keberanian. Memang ada Alkitab, buku petunjuk kita untuk segala hal, tapi selain itu, menjadi berani adalah sesuatu yang sifatnya organik dan spiritual dan merupakan perjalanan yang unik bagi setiap orang.
Saya tidak akan mengatakan, “Seperti inilah keberanian itu” atau “Jika Anda benar-benar ingin mengambil risiko untuk memberi dampak bagi orang-orang di sekitar Anda, lakukanlah hal-hal berikut.” Saya kira itu tidak akan berhasil. Saya pikir Anda tidak membutuhkan saya untuk memberi tahu Anda apa yang harus Anda lakukan. Saya kira Anda sudah tahu. (Atau kalau Anda tidak tahu, nanti Anda akan tahu). Saya pikir Anda hanya membutuhkan sedikit permainan pemanasan. Sesuatu yang bisa memberi Anda semangat sepanjang perjalanan. Sebuah pemahaman terhadap peta yang sudah Anda pegang.
Dalam 100 hari ke depan, saya ingin menunjukkan kepada Anda bahwa Anda lebih berani dari yang Anda tahu, dan dengan pengetahuan itu, Anda dapat mengubah dunia Anda.
Keberanian ialah melakukan sesuatu bahkan ketika Anda takut. Menjadi berani bukanlah sesuatu yang terjadi ketika Anda tidak takut lagi. Orang-orang berani masih tetap mendengar bisikan ketakutan. Mereka mendengar bisikan itu namun tetap mengambil tindakan.
Menjadi berani adalah mendengar suara ketakutan itu di kepala Anda tetapi mau berkata, “Oke, tetapi kebenarannya adalah, Allah menciptakan aku dengan sengaja dan untuk suatu tujuan.”
Saya bisa menceritakan kepada Anda masa-masa ketakutan saya yang terbesar—waktu-waktu di mana saya yakin saya akan menyerah di bawah semua tekanan itu—masa itu juga merupakan pintu yang terbuka untuk perubahan terbesar dalam hidup saya. Jadi saya melangkah, penuh ketakutan, namun mempercayai Allah bahwa Ia ada di sebelah sana dalam cara yang baru dan indah. Dan sejauh ini? Ia masih tetap ada.
Orang-orang berani masih tetap mendengar bisikan ketakutan. Mereka mendengar bisikan itu namun tetap mengambil tindakan.
Allah juga akan selalu ada untuk Anda.
JADILAH BERANI : Beritahukanlah kepada seseorang (teman, pasangan, rekan kerja, atau mentor) bahwa Anda telah memulai perjalanan 100 hari menuju kehidupan yang lebih berani.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

