Senin, 3 April 2023
Bacaan : Markus 10 : 17-27
“… Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Markus 10:27)
Yesus tahu ketulusan si pemuda kaya dalam Markus 10—ada sesuatu dalam dirinya yang membuat Yesus menaruh belas kasih padanya. Yesus menarik satu benang yang akan mengurai seluruh jalinan kehidupan kehidupan pemuda ini, dan Yesus tahu ini berhasil. Ia melihat pemuda ini melangkah pergi. Yesus mengangguk. “Bagi manusia hal itu tidak mungkin.” Tetapi Dia melihat apa yang tidak Anda lihat, Ia melihat proses perubahan di dalam yang sudah mulai terjadi, “tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” Dengan senyum dan kedipan mata seolah Ia berkata, “Dia akan kembali nanti.” Lalu Ia berbalik dan meninggalkan kota itu.
Wow, Yesus sungguh baik.
Dia maju melawan penguasa kegelapan untuk merebut hati manusia. Beberapa orang hatinya telah terjerat oleh karena penderitaan, yang lain karena godaan, yang lain lagi oleh agama. Oh, betapa sulitnya menyelamatkan hati manusia, untuk mengeluarkan mereka dari cara bertahan hidup yang mereka pilih tanpa menjatuhkan mereka ke dalam kepasrahan, keputusasaan, atau sikap melawan.
Yesus tidak memaksa kita untuk mengikut Dia. Dia tidak pernah memaksakan kehendakNya. Dia meyakinkan, Dia menghadapi, Dia menyembuhkan, dan Dia menembak secara langsung. Dia menunjukkan kepada kita sudut pandang Allah, betapa luar biasa menariknya kekudusan dan di saat yang sama meruntuhkan tata cara agama. Tetap saja, Ia membiarkan kita melangkah pergi kalau kita mau.
~***~
Tuhan Yesus—aku tidak mau melangkah pergi. Aku tahu hatiku terikat dalam banyak hal, aku sadar aku punya berhalaku sendiri. Bebaskanlah aku Tuhan, bebaskanlah hatiku supaya menjadi milikMu.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

