Rabu, 1 Maret 2023
Bacaan : Filipi 1 : 1-11
Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, (Filipi 1:9)
Ketakutan terbesar dari pria adalah kegagalan, dan ketakutan terbesar dari wanita adalah diabaikan. Ini sangat penting untuk dipahami dan mengenali hati Anda. Meskipun kita semua melangkah dengan cara yang terbaik, kita memakai sepatu yang berbeda. Pria melakukannya supaya mereka tidak terlihat bodoh, dan wanita melakukannya supaya mereka tidak ditolak. Mulailah dari ketakutan inti Anda, dan Ada akan belajar banyak hal tentang dunia batin dari pria dan wanita.
Beberapa orang takut bahwa mengakui perbedaan yang mendasar antara pria dan wanita ini akan membawa kita kembali ke masa diskriminasi tahun 1950-an. Saya percaya ini justru akan membukakan pintu bagi kita untuk saling mengasihi dengan lebih baik. Seseorang yang kelihatannya sangat menentang perbedaan gender, di kesempatan lain mungkin menyindir Anda karena perbedaan ras atau suku. Puisi yang diterjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lainnya pasti akan kehilangan sesuatu yang esensi; jika Anda ingin mengalami apa yang dimaksudkan oleh sang penyair, Anda harus mempelajari bahasa asli dari penulisan puisi tersebut. Ini adalah kerendahan hati, bukan diskriminasi.
Jika kita melakukan pendekatan akan perbedaan kita atas dasar ingin lebih memahami satu sama lain, saya rasa kita dapat terhindar dari menginjak ranjau darat. Kita belajar tentang perbedaan untuk bisa mengasihi lebih baik lagi.
~***~
Tuhan Yesus—aku mau mengasihi lebih baik lagi. Dalam hal apakah aku masih salah paham terhadap pria/wanita dalam hidupku?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

