Senin, 27 Februari 2023
Bacaan : Efesus 5 : 14-17
… “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” (Efesus 5:14)
Saya senang dengan apa yang saya lakukan untuk mencari nafkah. Tetapi dulu tidak selalu begitu. Beberapa tahun yang lalu saya bekerja di Washington D.C. Meskipun saya tidak terlalu ingin pergi ke sana, tetapi saya sampai di suatu titik di mana saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup. Gairah saya sebenarnya adalah dunia teater, dan selama bertahun-tahun saya telah mengejar impian itu dengan penuh semangat. Namun setelah beberapa peristiwa yang terasa seperti pengkhianatan, saya meninggalkan dunia teater dan mencari pekerjaan lain. Tawaran dari Washington itu datang, dan meskipun hati saya tidak terlalu menginginkannya, saya membiarkan pendapat orang lain mendikte jalan hidup saya. Tanpa keinginan diri sendiri yang dalam dan membara, kita akan diatur oleh keinginan orang lain.
Saya menjumpai banyak orang lain yang berada di posisi yang sama. Setiap kita dengan cara tertentu telah mengubur hati kita untuk mencari kehidupan yang lebih aman.
Bahaya dari tidak mengakui keinginan sendiri adalah hidup yang kehilangan arti. Jutaan jiwa terhanyut dalam arus kehidupan, tanpa kompas batin untuk memberikan arah, tidak mampu membedakan kehidupan nyata dari tiruan yang menggoda. Anda akan menemukan bahwa Anda menangkap isyarat dari orang lain dan menghidupi skenario kehidupan orang lain. Ini adalah harga mahal yang harus Anda bayar. Mungkin Anda dapat merasakannya sebagai kehidupan yang Anda inginkan, namun seringkali, itu bukanlah kehidupan sama sekali.
~***~
“Nanti kalau sudah besar mau jadi apa?” adalah pertanyaan yang sering diajukan ke anak-anak. Tetapi sesungguhnya, pertanyaan ini lebih penting saat kita dewasa. Jadi pertimbangkanlah: Apakah keinginan Anda yang tidak diakui?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

