Selasa, 14 Februari 2023
Bacaan : Matius 26 : 36-46
“… Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (Matius 26:38)
Yesus senang dengan orang-orang. Tidak semua orang seperti itu, Anda tentu tahu. Banyak kisah yang mencatat Ia sedang makan bersama di tengah-tengah keramaian. Ia mengundang dua belas orang untuk tinggal bersamaNya siang dan malam selama tiga tahun. Namun, seperti Anda baca dalam Injil Matius, Ia membutuhkan teman sangat menghadapi saat-saat yang mulai menegangkan di Getsemani. Jangan tinggalkan Aku sendirian, tidak sekarang. Sungguh manusiawi. Ya, Yesus pun merasakan kesepian. Ia yang menciptakan kasih dan persahabatan juga merindukan hal itu.
Ini bukanlah superhero, yang berlapis baja dan tahan dengan kondisi manusia. Ini jauh dari itu. Kesepian adalah sesuatu yang mana kita berbagi bersamaNya. Disalahpahami dan dinilai secara tidak adil. Tidak dihargai selama bertahun-tahun, bahkan tidak diketahui oleh orang-orang yang terdekat dengan Anda. Bayangkanlah menjalani seluruh hidup Anda dalam dunia di mana orang-orang terdekat dengan Anda tidak memahami Anda. Oh…Anda memang hidup dalam dunia seperti itu. Dan Yesus memahaminya.
Sekarang, saya tidak percaya bahwa Yesus selalu kesepian. Ada momen-momen hangat yang luar biasa tercatat dalam Injil. Maria membasuh kakiNya dengan air mata, semua perjalanan yang telah dilalui bersama murid-muridNya, semua api unggun di mana mereka pernah duduk bersama. Bagaimanapun, kesepianNya tidak menentukan jatidiriNya, sebagaimana yang sering kita alami. Yesus adalah seseorang yang sangat berbahagia. Ia mencintai kehidupan. Bagaimanakah sukacita dari Tuhan dapat menjadi kekuatan bagi kita jika Tuhan kita sendiri tidak bersukacita?
~***~
Adakah kesepian telah merenggut sukacita Anda? Apakah dengan mengetahui bahwa Yesus memahami perasaan itu dapat menolong Anda? Maukah Anda mengundang Yesus ke dalam rasa kesepian Anda yang terdalam?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

