Minggu, 12 Februari 2023
Bacaan : Lukas 22 : 39-46
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Lukas 22:42)
Ingatlah Yesus ketika berada di Taman Getsemani saat Ia berdoa di malam sebelum Ia disalibkan. WajahNya tenggelam dalam bayang-bayang sehingga Anda bahkan tidak dapat melihat bibirNya, dan di hadapan semua kuasa di bumi dan di suga, Ia tak berdaya.
Yesus meratap; doaNya disertai dengan seruan dan air mata. Ia menyatakan dengan sangat, sangat jelas apa yang menjadi keinginanNya. Bukan hanya sekali tetapi tiga kali Ia memohon kepada Bapa untuk mengangkat cawan itu daripadaNya: “Tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi.” Ia berserah dengan keinginan, dalam keinginan. Menjadikan diriNya miskin, Ia membukakan bagi kita kekayaan surga. Kita melihat pada saat itu, Kristus menyerahkan kehendakNya.
Sahabatku, penyerahan yang sejati bukanlah hal yang mudah, seperti menyerah sebelum bertanding. Penyerahan semacam ini datang hanya setelah malam penuh pergumulan. Itu datang hanya setelah Anda membuka hati yang terdalam. Kemudian Anda memilih untuk berserah, untuk menyerahkan keinginan terdalam Anda kepada Allah. Dan dengan itu Anda memberikan hati Anda, diri Anda yang terdalam. Anda akan menemukan bahwa kemerdekaan dan keindahan dan ketenangan yang menyertainya adalah yang terbesar di antara semua kejutan yang ada.
~***~
Berhentilah sejenak, dan berikan saat ini … apakah yang perlu Anda serahkan hari ini?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

