Kaki yang Jelek

Kamis, 24 Februari 2022

Bacaan : Yesaya 43 : 1-7

Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. (2 Korintus 3:17)

Selama yang dapat saya ingat, jari-jari kaki saya adalah penampilan fisik saya yang terburuk. Bahkan istri saya setuju: “Craig, aku mencintai segala sesuatu tentang kamu. Kamu sempurna dalam segala hal. Aku mencintaimu dari ujung kepala sampai ujung … tumit.”

Amy tahu bahwa kaki saya adalah yang paling jelek dan ia sering berkata, “Jangan lupa pakai kaos kaki sebelum kamu masuk ke kamar.” Dia tidak bermaksud kasar, dia hanya berkata jujur.

Jadi selama bertahun-tahun, saya sudah terbiasa sadar diri tentang jari kaki saya.

Akhirnya, beberapa tahun terakhir ini, saya melakukan sebuah terobosan. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya berpikir, Saya sudah setengah baya. Pernikahan saya bahagia. Istri saya mencintai saya. Mengapa saya harus pusing dengan anggapan orang lain?

Maka saya membeli sepasang sandal dan memakainya tanpa rasa malu—ke rumah makan, ke taman, bahkan ke gereja. Lalu bagaimana kalau anak-anak kecil berteriak dan menangis ketika mereka melihat kaki saya? Di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan, bro! Dan saya sudah dimerdekakan.

Saya memang agak berlebihan—tapi jujur, cuma sedikit saja. Mungkin kelihatannya konyol, tetapi pergumulan saya ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. Tahun demi tahun, saya telah belajar bahwa kita semua mempunyai sesuatu yang mungkin membuat kita malu, atau bagian dari diri kita atau hidup kita yang kita pikir harus disembunyikan.

Tetapi tidak dengan Tuhan. Sementara budaya kita mungkin mengkondisikan supaya kita menyembunyikan kelemahan kita atau menambahkan filter pada foto selfie kita, Allah mengasihi setiap bagian dari diri kita—bahkan termasuk kaki yang jelek dan semuanya. Gambar diri seperti apakah yang ingin Anda tampilkan dalam hidup Anda yang tidak mencerminkan diri Anda yang sebenarnya?

DOA KEKUATAN

Ya Tuhan, tolonglah aku untuk menerima kemerdekaan yang datang dari mengalami kasihMu yang tak bersyarat serta untuk membagikannya kepada orang lain—termasuk untuk diriku sendiri.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top