Mengendalikan Kemarahan

Jumat, 18 Februari 2022

Bacaan : 1 Yohanes 1 : 5-10

‘Aku, TUHAN, tidak cepat marah. Aku menunjukkan kasih-Ku dan kesetiaan-Ku dengan berlimpah-limpah. Aku mengampuni orang yang berdosa dan yang melawan Aku. …’ (Bilangan 14:18a—BIMK)

Saya ingat suatu kali ketika staf gereja kami sedang makan siang bersama. Saat kami keluar dari restoran, sebuah truk berhenti dan sopirnya mengucapkan kata-kata yang sangat kasar dan tidak sopan kepada salah satu wanita dalam kelompok kami. Saya langsung marah dan mengejar truk yang mulai melaju kencang itu—dan mungkin saya masih akan mengejarnya kalau teman-teman saya tidak menahan dan menenangkan saya.

Mungkin Anda mengatasi kemarahan dengan cara yang berbeda. Beberapa orang langsung melawan balik ketika ada sesuatu yang menyulut mereka, seperti yang saya lakukan pada hari itu, dan mereka menjadikan kemarahan sebagai bagian dari reaksi pertahanan otomatis mereka. Sebagian orang yang lain mungkin tidak terlalu tampak marah sama sekali dan mungkin membutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan sebelum mencapai titik didih mereka. Beberapa orang yang lain mengekspresikan kemarahan mereka lewat kata-kata, sementara yang lain melalui tindakan—atau malah menghindari tindakan—untuk mengkomunikasikan perasaan mereka.

Alkitab berkata bahwa Tuhan itu tidak cepat marah. Bahkan ketika kita mengecewakan Dia dengan ketidaktaatan kita, jika kita mengaku dosa kita, Dia begitu mengasihi kita dan akan mengampuni kita. Ia tidak meledak seperti pemarah dengan sumbu pendek. Bahkan ketika Tuhan sedang marah, kasih dan kemurahanNya tetap ada. Ia tidak akan menjadi begitu marah kepada kita sehingga tidak dapat mengampuni kita. Sifat alamiNya adalah kasih, dan melalui anugerah PuteraNya, Yesus, Ia memilih untuk selalu mengampuni kita sehingga kita dapat berada bersamaNya selamanya.

DOA KEKUATAN

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau tidak cepat marah, dan bahwa Engkau tidak mengekspresikan kemarahan seperti yang kadang kulakukan. Tolonglah aku untuk mengendalikan kemarahanku dan menunjukkan pengampunan serta belas kasihan kepada orang lain, bahkan ketika mereka membangkitkan kemarahanku.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top