Rabu, 16 Februari 2022
Bacaan : Yohanes 15 : 12-17
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yohanes 15:13)
Dulu, kalau ada orang yang mengatakan bahwa seseorang itu adalah “teman”nya, Anda tahu pasti apa yang dimaksudkan. Seorang teman adalah orang yang berbagi minat atau ikatan yang sama, orang yang Anda senang berada bersama-sama, orang yang dengannya Anda berbagi hidup. Namun di dunia yang paham-media-sosial saat ini, tidak sesederhana itu bukan?
“Teman” bisa jadi seseorang yang tidak pernah Anda temui di kehidupan nyata. Mungkin dia seseorang yang mengikuti unggahan Anda di Instagram atau Twitter. Dan kalau mereka mengikuti Anda tetapi Anda tidak balik mengikuti mereka, ini satu jenis pertemanan. Dan kalau Anda mengikuti mereka, tetapi mereka tidak mengikuti Anda, maka itu jenis pertemanan yang lain. Dan kalau Anda berdua saling mengikuti, bahkan itu jenis pertemanan lain lagi.
Cukup menyedihkan, rata-rata orang Amerika sekarang mengatakan bahwa mereka hanya mempunyai dua orang teman yang dianggap “dekat”. Menyedihkan juga, sekitar 25% orang Amerika mengatakan mereka mempunyai nol teman—tak seorangpun! Dengan adanya teknologi dan media sosial, kita mempunyai koneksi yang tak terbatas, namun hanya sedikit teman yang benar-benar kita kenal dan kita kasihi.
Yesus memilih hanya dua belas orang untuk bekerja bersama dan berada dekatNya selama tiga tahun masa pelayananNya. Dia tidak menghitung ribuan orang yang datang untuk mendengarNya berbicara sebagai orang kepercayaan. Ia memusatkan perhatian dan menginvestasikan waktu hanya kepada selusin orang.
Kepada siapakah Anda menginvestasikan hidup sebagai teman Anda? Hari ini, bagaimana Anda bisa lebih mengasihi teman yang nyata—bukan hanya yang virtual—seperti Yesus?
DOA KEKUATAN
Tuhan, aku mau menjadi teman sejati dan menginvestasikan hidup dalam orang-orang yang Engkau bawa dalam kehidupanku. Berilah aku hikmat tentang siapa yang bisa kukasihi dan percayai, dan bagaimana cara terbaik untuk mengasihi mereka seperti Engkau mengasihi.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

