Sabtu, 29 Januari 2022
Bacaan : Kejadian 2 : 1-3
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa (Mazmur 91:1)
Sebagai seorang pendeta, saya bekerja kebanyakan di akhir pekan. Konsekuensinya, saya sering merasa iri dengan orang-orang yang bisa bersantai dan bersenang-senang serta menikmati waktu dari hari Jumat malam sampai Senin pagi. Tetapi semakin banyak orang yang saya tanyakan tentang hal ini, semakin saya menyadari bahwa akhir pekan mereka sama sibuknya dan padatnya dengan akhir pekan saya. Bahkan hari Minggu mereka bisa sangat padat dengan ibadah di gereja, kegiatan keluarga, dan persiapan untuk memasuki minggu berikutnya.
Mungkin inilah sebabnya Allah memerintahkan kita untuk mengambil Sabat, satu hari istirahat dari tujuh hari dalam seminggu, yang dikhususkan untuk mengistirahatkan tubuh kita, memperbarui roh kita, dan mengisi ulang daya pikiran kita.
Seperti yang Tuhan tetapkan dalam Kitab Kejadian, ketika Ia menciptakan dunia dan semua isinya, Ia mengambil satu hari istirahat. Di hari yang ketujuh, Ia berhenti. Alkitab tidak mengatakan bahwa Ia menciptakan beberapa hal kecil pada hari itu, atau menyelesaikan beberapa hal dalam rangkaian penciptaan. Tidak, Ia berhenti.
Tentukanlah satu hari sebagai hari Sabat Anda minggu ini. Dan pada hari itu, jangan membuat janji pertemuan, rencanakan ulang jadwal rapat, atau berhenti dari rutinitas Anda. Ambillah waktu dan biarlah jiwa Anda mendapatkan istirahat di dalam Tuhan.
DOA KEKUATAN
Tuhan, hari ini aku mau melepaskan semua kekuatiranku dan kuserahkan kepadaMu. Tolonglah aku untuk dapat tinggal tenang di hadapanMu, tenggelam dalam hadiratMu, dan untuk mempraktikkan Sabat sebagai waktu istirahatku di dalam Engkau.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

