Tapi Sekarang Aku Melihat

Minggu, 21 November 2021

Bacaan : Yohanes 9 : 15-39

Yesus berkata, “Aku datang ke dunia ini untuk menghakimi; supaya orang yang buta dapat melihat, …” (Yohanes 9:39BIMK)

Baiklah, mari kita diskusikan poin-poin yang sudah disebutkan kemarin:

  • Meskipun orang-orang sakit sering mendatangi Yesus, kali ini semua dari Dia. Yesuslah yang memulai kontak. Sungguh menghiburkan bukan? Bukan hanya kita bisa menghampiri Dia membawa kebutuhan kita, Ia seringkali mengambil beberapa langkah mendahului kita.
  • Kita seringkali menimpakan kesalahan kepada sesuatu ketika ada hal yang salah atau tidak beres, bukan? Yesus tidak demikian.
  • Yesus peduli akan penderitaan kita dan juga mereka yang menderita tanpa iman. JamahanNya dalam kehidupan kita adalah supaya menjadi terang dalam kegelapan mereka.
  • Yesus sengaja mencampurkan tanah untuk membuat lumpur yang mencolok, daripada hanya mengoleskan air ludah yang bening. Menurut Anda mengapa?
  • Ya. Supaya terlihat. Yesus memerintahkan orang ini untuk pergi ke Sungai Yordan dan berjalan sepanjang jalan ke kolam yang agak jauh. Nampaknya Yesus ingin setiap orang yang menemuinya sepanjang perjalanan akan bertanya, “Lumpur apa itu, kawan?”
  • Yesus mengaitkannya dengan orang-orang Farisi yang berpegang teguh pada hukum yang kaku, yang tidak dapat memahami bahwa ketaatan-kepada-hukum tanpa memiliki hubungan-pribadi adalah sia-sia. Menempatkan orang yang sudah disembuhkan itu di hadapan pengadilan mereka malah memberikan panggung yang lebih luas untuk orang banyak mendengar tentang Yesus.
  • Setelah orang-orang Farisi mengusir orang yang sudah disembuhkan ini, Yesus tidak meninggalkan dia begitu saja. Ia kembali untuk mencari orang ini, dan meneguhkan imannya.

Jadi masalah apakah yang Anda hadapi dalam iman Anda? Kita semua pernah menghadapi tantangan yang membuat iman kita “retak”. Tuhan Yesus akan memulihkannya.

Ya Penyembuh Agung,

Balutlah keretakan dalam imanku dan pulihkanlah aku kembali.

From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top