Musim Hujan

Senin, 15 November 2021

Bacaan : Galatia 6 : 4-10

Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. (Amsal 19:17)

Saya memperhatikan awan mendung yang tebal waktu saya baru mau mulai berdoa sambil berjalan-jalan. Tetapi di Florida, Anda tidak bisa membedakan apakah mendung itu hanya menggantung saja atau benar-benar akan turun hujan. Setelah saya pergi tiga puluh menit dari rumah, tetesan air yang besar mulai jatuh. Dalam beberapa detik hujan deras pun turun.

Saya berjalan susah payah di bawah hujan deras dan memasukkan ponsel saya di balik pakaian saya supaya tidak basah.

Setelah belok di tikungan, saya melihat sebuah mobil, mesinnya menyala, parkir di depan sebuah rumah. Hore! Seorang wanita duduk di kursi pengemudinya. Dobel hore!

Mulanya saya mengira saya punya peluang cukup baik untuk mendapat tawaran tumpangan pulang. Lalu saya melihat pengemudi itu melirik ke arah saya dengan hati-hati. Ia memalingkan muka, melihat ke arah yang lain tetapi tidak ke arah saya. Seperti saya tidak ada.

Bahasa tubuhnya sangat jelas: Pergilah. Kamu tidak akan menemukan pertolongan di sini.

Saya mendekati jendelanya, menyeka rambut saya yang basah, dan mulai memohon kepadanya, namun pandangannya tetap fokus ke depan memandangi air hujan yang membasahi kaca depan mobilnya, enggan mengakui keberadaan saya yang sedang dalam kesusahan.

Harapan saya langsung terkuras habis seperti air di bak mandi.

Saat berjalan pulang masih dalam hujan, saya memikirkan seorang wanita tunawisma yang saya lewati beberapa hari yang lalu. Tulisan yang dibawanya mengatakan, BUTUH MAKANAN UNTUK KELUARGA SAYA. APAPUN AKAN SANGAT MEMBANTU.

Apakah saya berhenti? Tidak. Apakah saya menolongnya? Tidak.

Ia tenggelam dalam hujan setiap hari. Namun saya tetap duduk manis di mobil saya yang kering memandang lurus ke depan, bahasa tubuh saya jelas: Pergilah. Kamu tidak akan menemukan pertolongan di sini.

Apakah saya bisa mengubah hal itu? Ya. Tetapi apakah saya bersedia?

Ya Allah Pembebas kami,

Tolonglah aku untuk benar-benar melihat orang-orang yang membutuhkan yang Engkau kirimkan kepadaku.

From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top