Seram

Minggu, 31 Oktober 2021

Bacaan : Roma 14 : 1-12

… Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, … (1 Samuel 2:30)

Ini adalah malam di mana Anda tidak mau meninggalkan kucing hitam Anda di luar.

Tahukah Anda bahwa Halloween pada awalnya merupakan perayaan Celtic penganut Samhain kuno, yang dirayakan pada tanggal 1 November? Malam sebelum Samhain, diyakini bahwa orang-orang mati kembali sebagai hantu dan berjalan berkeliling di pedesaan. Orang-orang meninggalkan makanan dan anggur di depan pintu mereka untuk menenangkan roh-roh yang bergentayangan itu dan orang memakai topeng untuk berbaur dengan para hantu tersebut.

Pada abad ke-8, gereja Kristen berusaha mereklamasi hari raya yang tidak suci ini, dan mengumumkan tanggal 1 November sebagai “Hari Semua Orang Kudus” (All Saints’ Day atau All Hallows’ Day). Tetapi banyak orang enggan melepaskan kebiasaan yang menurut mereka menyeramkan tapi lucu, mengubah “Hallows’ Eve” (malam sebelum hari Hallow) menjadi “Halloween”, dan pada akhirnya muncullah tradisi trick-or-treat.

Halloween menjadi populer dan sekarang merupakan perayaan paling komersil kedua di Amerika setelah Natal, dengan pembelanjaan mencapai enam miliar dolar setiap tahun untuk kostum dan permen.

Sebagian orang Kristen memilih untuk tidak mengakui perayaan yang mengandung tahayul kegelapan ini, sebagian yang lain melihatnya tidak berbahaya.

Waktu anak-anak saya masih kecil, gereja kami mengadakan “Pesta Hari Orang Kudus” tahunan, sebuah alternatif untuk Halloween yang melibatkan permainan, permen, cerita Alkitab, dan kostum yang memperingati tokoh-tokoh Alkitab atau apapun asalkan bukan penyihir, vampir atau hantu. Idenya adalah untuk berfokus pada hal yang kudus dan bukan yang horor.

Setiap orang percaya harus membuat keputusan sendiri tentang bagaimana mereka mau menyikapi Halloween. Doa saya agar jangan sampai ada saling kritik atau menghakimi jika ada orang-orang dengan pilihan yang berbeda dengan kita.

Ini adalah antara Anda dengan Tuhan. Tidak ada yang lain.

Jika kita membiarkan hal seperti ini memecah belah kita, Iblislah yang akan tertawa senang.

Ya Bapa segala Terang,

Tunjukkanlah kepadaku bagaimana aku dapat menghormati Engkau dalam segala sesuatu yang kulakukan.

From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top