Jumat, 15 Oktober 2021
Bacaan : Yohanes 14 : 15-31
… sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. (1 Yohanes 4:4)
Roh Kudus adalah komunikator dari Trinitas Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Seorang teman pernah salah menyebutkan Trinitas dengan “Triplet” (kembar tiga), yang saya pikir membantu menjelaskan sifat Allah yang tiga-pribadi-dalam-satu.
Roh Kudus memiliki banyak predikat, hari-hariNya padat sekali (Anda dan saya pikir bahwa kita sudah sangat sibuk!). Tugas Roh Kudus meliputi:
- Menuntun orang percaya (KPR 13:2)
- Senantiasa menyertai kita (Yoh 14:16-17)
- Memperingatkan akan bahaya (KPR 20:23)
- Menghibur dan mengajar kita (Yoh 14:26)
- Menolong kita (Yoh 14:16)
- Memberikan instruksi yang spesifik kepada kita (KPR 1:2, 8:29)
- Membuat kita berani (KPR 4:31)
- Menolong kita mengenali kebenaran (Yoh 14:17)
- Menolong kita melawan musuh (1 Yoh 4:4)
- Membangun kita untuk dapat mengingat dengan ajaib (Yoh 14:26)
Yang terakhir ini—mengingat dengan ajaib—ini seperti memori otot. Guru piano saya selalu berkata, “Latihan membuat kesempurnaan,” dan hal yang sama juga berlaku untuk iman. Pengulangan suatu gerakan tertentu akan menciptakan memori otot. Inilah caranya bagaimana seorang pelempar bola berlatih melempar tepat ke sudut lapangan dan bagaimana seorang pesenam bisa mendarat dengan tepat di atas balok yang tipis setelah salto ke belakang.
Iman bekerja dengan cara yang sama. Dengan melatih iman kita setiap hari, kita akan secara otomatis dibawa untuk percaya dan bukannya takut ketika pencobaan datang.
Dan melawan musuh? Bacalah ayat hari ini keras-keras. Inilah peperangan rohani, kawan. Kita menghadapinya setiap hari entah kita sadari atau tidak. Setan dan roh-roh jahatnya tidak pernah liburan. Tetapi Roh Kudus senantiasa berjaga dan siap untuk bersyafaat begitu kita berseru kepadaNya.
Ya Roh Tuhan yang mahakuasa,
Aku mendapatkan perbedaan antara roh yang tidak kudus dengan Roh Kudus. Roh yang tidak kudus membawa pistol mainan sedangkan Roh Kudus bersenjatakan senapan AK-47. Sungguh aku sangat bersyukur karena Dia selalu ada di sisiku.
From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

