Kuasa Kesaksian

Kamis, 26 Mei 2022

Bacaan : Wahyu 12 : 7-12

Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. (Wahyu 12:11)

Dalam Perjanjian Lama, untuk menerima pengampunan dosa, orang harus mempersembahkan binatang (biasanya domba) kepada Tuhan sebagai korban. Tertumpahnya darah yang berharga itu—yakni sumber kehidupan—itulah yang akan membersihkan mereka dari dosa.

Dalam Perjanjian Baru, Yesus menyatakan diriNya sebagai Anak Domba Allah, korban yang sempurna sebagai pengampunan dosa. DarahNya sendiri memiliki kuasa untuk mengampuni kita sekali untuk selamanya. Karena Ia telah memilih untuk mencurahkan darahNya bagi kita, Ia telah mengalahkan kuasa dosa yang membelenggu kita.

Faktor lain yang memberi kontribusi kepada kemampuan kita untuk menang menurut ayat ini ialah kesaksian kita. Ini mengacu pada kisah-kisah kita, tetapi terutama bagaimana kita pertama kali menerima Yesus secara pribadi. Jika Anda menyaksikan sesuatu terjadi, dan Anda dipanggil untuk memberikan kesaksian dalam pengadilan—atau memberikan kesaksian atas apa yang telah terjadi—maka Anda adalah saksi mata dari sebuah peristiwa yang meneguhkan kebenaran bagi orang lain yang tidak berada di sana. Hakim akan meminta Anda bersumpah bahwa Anda akan mengatakan semua kebenaran tentang segala sesuatu yang Anda saksikan. Dan kesaksian Anda juga bukanlah tentang diri Anda sendiri. Itu adalah tentang peristiwa di mana Anda berada di sana untuk melihat, mengalami, dan mengamati.

Jadi kesaksian Anda adalah kisah Anda bersama Kristus. Siapakah Anda sebelum Anda menyerahkan diri kepadaNya? Siapakah Anda sekarang setelah Kristus mengubahkan Anda? Transformasi hidup Anda oleh kuasaNya itulah kisah Anda, kata-kata kesaksian Anda. Kapankah terakhir kali Anda membagikan kesaksian Anda dengan seseorang?

DOA KEKUATAN

Ya Tuhan, berikanlah aku keberanian dan hikmat hari ini supaya aku bisa melangkah dalam iman dan membagikan perubahan yang telah Engkau kerjakan dalam hidupku.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top