Latihan Kesabaran

Rabu, 4 Mei 2022

Bacaan : Mazmur 27 : 7-14

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Galatia 6:9)

Kadang-kadang tindakan iman terbesar adalah kesetiaan, bertahan di mana Anda ditanam, dan tetap bersabar ketika Anda tidak tahan untuk melakukan perubahan. Bertahan dalam pernikahan Anda ketika mencintai pasangan Anda rasanya semakin berat dan bukannya semakin mudah. Mempertahankan pekerjaan Anda meskipun tidak pernah mendapat promosi. Memberi dukungan kepada teman yang sepertinya selalu membutuhkan pertolongan, sekalipun mereka jarang mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah Anda lakukan. Merawat anggota keluarga yang menderita sakit parah.

Jika Anda belum pernah mengalaminya, suatu hari Anda akan mendapati diri Anda berada di persimpangan jalan, tempat di mana Anda harus membuat keputusan yang sulit mengenai arah hidup Anda. “Haruskah aku tetap berada di jalan ini sedangkan melangkah pergi jauh lebih mudah? Ataukah Tuhan mau aku untuk tinggal dan menantikan apa yang akan Ia kerjakan di sini? Kalau Ia mau aku menunggu, aku butuh banyak kesabaran.”

Kesabaran adalah latihan terbaik ketika Anda rasanya ingin lebih memilih jalan pintas, mewujudkan sesuatu, atau mendesak orang lain untuk melakukan sesuatu dengan cara Anda. Tetapi menantikan Tuhan, itu menunjukan seberapa besar Anda mempercayai Dia. Hari ini tetaplah bertahan, karena Allah akan membawa Anda menurut waktuNya yang sempurna.

DOA KEKUATAN

Tuhan, sungguh rasanya berat untuk bertahan, terutama ketika aku harus menunggu dan menunggu dan tidak ada sesuatu pun yang berubah. Seberapapun frustasinya diriku, tolonglah aku untuk bertahan, karena Engkaulah yang telah membuatku berada di mana aku harus berada hari ini.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top