Kamis, 25 Februari 2021
Bacaan : Mazmur 122
Berdoalah bagi kesejahteraan Yerusalem: “Semoga semua orang yang mencintaimu sejahtera. Semoga ada damai di dalam wilayahmu, dan ketentraman di dalam benteng-bentengmu.” (Mazmur 122:6-7—BIMK)
Saya sudah pernah ke Yerusalem dua kali, dan saya benar-benar menyukai kota tersebut—baik bagian kota yang lama maupun yang baru. Rasanya begitu sakral. Kota itu terasa setua umurnya, namun juga terasa seperti sesuatu yang menyegarkan. Makananya enak-enak, jalan-jalan dengan bebatuan besar sejalan dengan sejarahnya yang sangat berarti, para pemilik toko juga sangat ramah. Itu adalah tempat yang indah.
Dan Yesus dulu berada di sana.
Allah berbicara tentang kota ini dalam keseluruhan Alkitab. Ia menyuruh kita untuk mendoakan kesejahteraan Yerusalem. Yerusalem adalah satu-satunya kota yang Allah perintahkan supaya kita doakan.
Jadi kita harus mendoakannya. Kita harus mendoakan kedamaian untuk Yerusalem.
Dalam Kejadian 12, Allah menjanjikan berkat bagi barangsiapa yang memberkati Israel dan mengutuk orang-orang yang mengutuknya.
Selain menjadi kota suci dan pusat kehidupan Yahudi, Yerusalem dinubuatkan akan menjadi tempat kejadian kedatangan Kristus kembali seperti disebutkan dalam Kisah Rasul 1:11 dan Zakharia 14:4.
Doa merupakan hubungan langsung kita dengan Tuhan—suara Anda yang didengar olehNya. Saya tidak mempunyai informasi istimewa apapun tentang doa. Saya juga tidak paham mengapa sepertinya kadang-kadang doa bisa “berhasil” dan di lain waktu tidak berhasil. Saya bisa membuat daftar banyak doa yang sudah saya naikkan selama bertahun-tahun yang saya tidak mengerti apa yang Tuhan perbuat dengan doa-doa itu.
Yerusalem adalah satu-satunya kota yang Allah perintahkan supaya kita doakan.
Kita sudah membahas tentang kuasa doa dan, hey, semuanya itu nyata. Doa mengubah segala sesuatu.
Jadi ketika Anda berdoa untuk tempat-tempat seperti rumah Anda dan lingkungan Anda dan kota Anda dan negara Anda dan dunia, berdoalah juga untuk Yerusalem. Berdoalah untuk keberanian orang-orang yang mengalami penganiayaan oleh karena imannya. Berdoalah untuk suatu kebangunan rohani. Berdoalah.
JADILAH BERANI: Tambahkanlah Yerusalem ke dalam pokok doa Anda. Berdoalah untuk kedamaian Yerusalem.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

