Kota Anda

Senin, 22 Februari 2021

Bacaan : Matius 5 : 13-16

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Yeremia 29:7)

Tuhan menempatkan Anda di kota Anda untuk suatu tujuan. Meskipun Anda berharap untuk tinggal di tempat lain saat ini, meskipun Anda berada di pangkalan militer untuk beberapa waktu, meskipun Anda punya impian yang lebih besar. Jadi bagaimana mencintai kota yang kita tinggali?

Mengapa tempat kita ada di titik peta yang ini? Mengapa Anda memilih kota ini, dari semua kota yang ada di dunia, untuk menjadi tempat tinggal Anda? Mungkin Anda tidak memilih. Mungkin kota itu memilih Anda. Tapi Anda ada di sana.

Sebagai pembimbing anak-anak SMA, saya berdiri di alun-alun kota Ciudad Cortes, Costa Rica, dan membagikan Injil melalui seorang penerjemah, padahal salah seorang sahabat saya di SMA di Georgia belum percaya, dan saya malah tidak pernah berbicara dengannya tentang Yesus.

Mengapa terkadang dibutuhkan keberanian lebih besar untuk berbicara tentang Yesus di rumah sendiri? Mengapa saya lebih siap untuk mendaftar perjalanan misi ke Meksiko daripada melayani para tunawisma di Nashville?

Karena menjadi berani di rumah sendiri berarti melayani.

Ketika komsel anak-anak mahasiswa saya merayakan ulang tahun komsel yang pertama, kami memutuskan untuk melayani.

Kami tiba di tengah kota Nashville dan kami menuju jalan layang di mana banyak orang berkumpul di bawah jembatan. Band rohani memainkan musik, menggunakan sound system yang suaranya agak menyakitkan di telinga saya—seperti yang dipakai penginjil jalanan tahun 1980-an. Para tunawisma duduk di kursi-kursi yang berjajar, masing-masing dengan piring makanan di pangkuannya, sementara para relawan keluar masuk dan menolong mereka supaya tertib dan teratur.

Bagaimana mencintai kota yang kita tinggali?

Pelayanan ini diadakan setiap hari Selasa malam di kota kami. Pelayanan penjangkauan bawah jembatan itu memberi makan para tunawisma dewasa dan anak-anak dengan banyak makanan sehat, dan ada seseorang yang membagikan kesaksian bagaimana Tuhan telah mengubahkan hidupnya. Dan ketika orang-orang itu pergi dari situ, mereka membawa sekantong sayuran segar yang didonasikan oleh supermarket lokal.

Saya dan komsel saya belum pernah ikut kegiatan itu, tetapi gereja kami datang sebulan sekali dalam acara Selasa malam, jadi kami tahu itu adalah pelayanan yang baik di mana kami bisa melibatkan diri.

Anak-anak komsel sangat gugup dan mereka menempel dekat-dekat saya seperti anak ayam berlindung pada induknya untuk beberapa menit pertama. Tetapi kemudian mereka mulai berbaur dengan relawan yang lain dan mulai melayani. Membawakan makanan. Menolong orang mencari tempat duduk. Mengoper buah-buahan, sayuran, atau kantong besar berisi roti di penghujung malam. Kami ada di sana selama beberapa jam, tetapi pengalaman itu tersimpan jauh lebih lama dalam hati kami.

Dibutuhkan keberanian untuk melayani di tempat-tempat baru meski cuma di ujung jalan. Saya sangat bangga dengan anak-anak komsel saya yang langsung terjun dan menjadi bagian dalam pengalaman yang mereka tadinya tidak tahu akan bagaimana.

Anda bisa menjadi berani di sini. Di kota Anda sendiri.

JADILAH BERANI: Jadilah relawan di kota Anda sendiri. Layanilah di daerah tempat Anda tinggal atau libatkan diri dalam kegiatan bakti sosial.

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top