Membuka Jalan

Selasa, 9 Februari 2021

Bacaan : 2 Timotius 3 : 10-15

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mazmur 119:105)

Beberapa tahun yang lalu, saya duduk di sebuah cafe di Nashville dan di depan saya duduk seorang gadis yang menceritakan rasa sakit dan penderitaannya serta masalah iman yang, dalam pikirannya, berhubungan langsung dengan keadaannya yang masih lajang. (Saya mendengarmu, kawan). Ia tidak menangis, tetapi saya meremas serbet yang ada di meja karena saya yakin bahwa ia pasti akan menangis pada saat itu. Ia menceritakan kisahnya kepada saya—banyak yang saya rasakan seperti ia mengambilnya dari jurnal-jurnal saya semasa saya adalah gadis Kristen lajang di usia dua puluhan—dan saya memberitahu dia hal-hal yang waktu itu tidak pernah saya katakan untuk diri saya sendiri dalam kondisi seperti itu.

“Aku tahu. Ini menyakitkan. Tetapi Allah tidak melupakanmu. Ia menunjukkan kasihNya kepadamu, bahkan saat ini. Percayalah kepadaNya. Percayalah kepada firmanNya. Percayalah kepada hatiNya.”

Saya baru saja menerbitkan tulisan tentang kehidupan lajang saya, dan gadis ini mengetahuinya. Ia bertanya kepada saya, “Kenapa baru sekarang? Kenapa tahun ini baru kamu akhirnya mau membicarakan tentang hal itu?”

“Karena Tuhan,” jawab saya. “Ia menyatakan dengan jelas bahwa inilah saat yang tepat.”

Tanpa ragu-ragu, ia berkata, “Saya sangat bersyukur. Kita semua membutuhkan pembuka jalan. Sekarang setelah saya melihatmu melaluinya, saya benar-benar pikir bahwa saya pasti bisa melaluinya juga.”

Saya hampir tertawa. Pembuka jalan? Kawan, kalau ini adalah membuka jalan, maka saya ini adalah pemimpin tim yang paling parah, tidak mumpuni, dan paling cengeng yang pernah ditemui sebuah tim yang membutuhkan pembuka jalan.

“FirmanMu pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku,” saya menyanyikan lagu itu dalam hati, seraya air mata mengalir dan saya terus melangkah dalam perjalanan ini. Sejujurnya, saya tidak pernah menginginkan ini menjadi jalur perjalanan saya, tetapi mungkinkah penderitaan saya membuat orang lain bisa melewati perjalanannya dengan lebih mudah?

Kita semua membutuhkan pembuka jalan. Sekarang setelah saya melihatmu melaluinya, saya benar-benar pikir bahwa saya pasti bisa melaluinya juga.

Anda, saudaraku, menikah atau lajang, wanita atau pria, Anda sedang membuka jalan dengan hidup Anda untuk orang-orang yang lebih muda di belakang Anda. Mereka akan menghadapi tantangan hidup mereka, dan mereka akan memimpin jalan untuk orang-orang lain lagi.

Karena Anda telah membuat jalan untuk mereka, menghindarkan mereka dari penderitaan yang telah Anda buktikan dengan lengan Anda yang berdarah-darah, serta menghargai jejak langkah mereka dengan memberikan jalur perjalanan yang bersih.

Anda memiliki kesempatan untuk hidup dengan penuh keberanian. Anda dimaksudkan untuk itu. Anda dilahirkan untuk itu. Memang tidak pernah mudah, dan tidak pernah cuma-cuma. Tetapi itu sesuatu yang kita inginkan lebih dari apapun.

Jangan pernah lupa ketika Anda melangkah dalam kehidupan Anda bahwa Anda adalah seorang pembuka jalan.

JADILAH BERANI: Dalam hal apakah Anda membuka jalan?

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top