Selasa, 26 Januari 2021
Bacaan : Kejadian 50 : 15-21
Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. (Amsal 19:21)
Pernahkah Anda merasa hidup Anda sedang menuju ke suatu arah lalu tiba-tiba sesuatu berubah? Mungkin Anda merasa seperti, Tunggu dulu. Aku pikir aku akan menjadi perawat. Kenapa aku tidak masuk ke sekolah perawat?
Perubahan haluan dalam hidup saya terjadi ketika saya mendaftar jurusan pendidikan di Universitas Georgia. Ingatkah bagaimana saya bercerita bahwa menjadi guru adalah cita-cita saya semenjak kecil?
Nah, saya mendaftar di jurusan pendidikan. Dan … saya tidak diterima pada kesempatan pertama. Sebenarnya, saya semacam tertunda di dua tahun awal kuliah, tetapi maksud saya, nilai saya ‘kan tidak terlalu jelek. Tetapi ketika saya tidak diterima, saya pikir, Saya selalu ingin menjadi guru. Lalu apa yang harus kulakukan?
Dan itu membuat hati saya hancur karena saya tidak pernah merencanakan memiliki karir yang lain.
Akhirnya saya harus menggali hal lain selama beberapa bulan dan berpikir, Baiklah, rencana hidup saya berubah…
Dan itu adalah perubahan haluan ilahi yang harus saya jalani. Dan adalah baik bagi saya untuk dapat melalui hal itu, bahkan bagian yang paling menyedihkan sekalipun.
Setelah beberapa bulan, program dibuka kembali, dan saya diterima, maka saya kembali mengejar impian menjadi guru.
Tetapi Allah telah memberikan saya perubahan haluan ilahi seperti itu lebih dari sekali dalam hidup saya, di mana saya harus menghadapi pertanyaan—Bagaimana kalau sebenarnya saya tidak akan mengerjakan hal-hal yang ingin saya kerjakan?
Perubahan haluan itu tidak menyenangkan pada saat itu. Entah itu dalam hal pekerjaan, hubungan, pertemanan, gereja, atau keluarga. Itu adalah sebuah kejutan. Itu adalah perubahan rencana yang tidak Anda harapkan.
Tetapi sesungguhnya, kita memerlukan perubahan haluan dari Tuhan ini karena melalui hal ini Tuhan selalu membawa kita ke tempat di mana kita seharusnya berada dalam perjalanan panjang hidup ini.
Allah adalah Allah, dan Ia mengasihi Anda, jadi seringkali perubahan haluan itu adalah caraNya untuk membuat Anda memandang kepadaNya dan menjadi cukup berani untuk mengajukan pertanyaan yang mendalam, seperti, Tuhan … apakah aku mempercayai Engkau, bahkan meskipun aku tidak memahami apa yang Engkau kerjakan?
Bagaimana kalau sebenarnya saya tidak akan mengerjakan hal-hal yang ingin saya kerjakan?
Allah sanggup melihat gambaran besarnya. Seluruh kisah kehidupan Anda. Masa depan Anda. Anda bisa mempercayai Dia, bahkan sekalipun ia mengubah jalur rencana Anda, karena Dia baik dan Dia mengasihi Anda.
JADILAH BERANI: Dalam jurnal Anda, tuliskanlah dua atau tiga peristiwa perubahan haluan ilahi yang pernah terjadi dalam hidup Anda. Seraya Anda melihat kembali peristiwa tersebut, dapatkah Anda melihat bagaimana Allah turut bekerja dalam hal itu untuk mendatangkan kebaikan pada akhirnya?
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

