Senin, 18 Januari 2021
Bacaan : 2 Korintus 4 : 7-18
Dan kesusahan yang tidak seberapa ini, yang kami alami untuk sementara, akan menghasilkan bagi kami suatu kebahagiaan yang luar biasa dan abadi. Kebahagiaan itu jauh lebih besar kalau dibandingkan dengan kesusahan itu sendiri. Sebab kami tidak memperhatikan hal-hal yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan. Yang kelihatan hanya tahan sementara, tetapi yang tidak kelihatan itu kekal sampai selama-lamanya. (2 Korintus 4:17-18—BIMK)
Amy Stroup menyanyikan lagu berjudul “Hold On to Hope Love” (Berpegang pada Harapan Kasih). Lagu ini telah menemani saya selama malam-malam yang tak terhitung ketika saya menangis kepada Tuhan karena luka-luka di tangan saya akibat berpegang terlalu erat di tebing pengharapan sementara sepertinya lebih mudah untuk menyerah dan jatuh ke dalam jurang keputusasaan.
Dan kebenarannya? Memang lebih mudah untuk menyerah. Tetapi itu bukan tindakan yang berani. Itu bukanlah kisah yang mau Tuhan tuliskan dalam hidup saya. Itu juga bukan kisah yang Tuhan mau tuliskan dalam hidup Anda juga. Jadi tolong, bertahanlah.
Janganlah menyerah karena itu menyakitkan atau karena itu berat. Jangan menyerah karena Anda merasa bertahan itu sesuatu yang konyol. Tidak, bukan begitu. Bertahanlah.
Seorang teman saya bermimpi ingin mengadopsi anak, dan beberapa orang bayi telah masuk ke dalam keluarganya namun berakhir dengan kembali bersama orangtua kandungnya. Tetapi teman saya tetap bertahan. Christy telah lelah berlari berkilo-kilo meter setiap hari, tetapi ia ingin berlari maraton, jadi dia tidak berhenti. Ia bertahan. Mike dan istrinya mengadakan camp untuk anak-anak pelajar tetapi gedung tempat camp itu rusak, para stafnya keluar, dan kolamnya sedikit berbau kurang sedap (hanya sedikit). Sangat sulit mempertahankan pekerjaan mereka. Tetapi mereka melihat Yesus menjamah anak-anak pelajar itu setiap minggu selama musim panas, maka mereka bertahan.
Jangan menyerah dalam hidup ini. Jangan menyerah dengan Tuhan. Jangan menyerah dengan diri Anda sendiri.
Saya tidak senang ketika orang berkata, “Tuhan tidak akan pernah memberikan sesuatu yang tidak dapat kita tangani,” terutama karena saya pikir ini tidak benar dan ini tidak ada dalam Alkitab. Alkitab berkata bahwa pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia (1 Kor 10:13). Anda dan saya bisa menjadi cukup berani untuk bertahan, sekalipun pergumulan kita rasanya lebih dari yang dapat kita tangani.
Berapa lama? Saya rasa jawabannya adalah untuk bertahan sampai Tuhan menyatakan dengan jelas bahwa Anda harus melepaskannya. Tanyalah kepada Tuhan. Tanyalah kepada orang-orang yang Anda percayai. Tanyalah kepada hati kecil Anda.
Tetapi sementara Anda mendengarkan, bertekun, dan bersandar, bertahanlah sampai Tuhan dan orang-orang lain menyatakan dengan jelas bahwa sudah saatnya Anda melepaskan.
Jangan menyerah dalam hidup ini. Jangan menyerah dengan Tuhan. Jangan menyerah dengan diri Anda sendiri.
Bertahanlah pada pengharapan, kasih.
JADILAH BERANI: Ceritakanlah kepada seseorang yang Anda percayai bagaimana usaha Anda untuk bertahan. Ijinkan seseorang mendorong dan memberi Anda semangat.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

