Senin, 21 Desember 2020
Bacaan : Filipi 3 : 10-14
Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya. (Amsal 20:5)
Terkadang menjadi berani berarti berjalan menjauh dari impian yang telah mati serta pintu-pintu yang tertutup dan berlari mengejar impian yang hidup.
Allah menanam impian-impian dalam hati kita dari sejak dini. Ia memberikan kita talenta-talenta jauh sebelum kita mengerti bagaimana menggunakannya. Dan bagi orang-orang muda? Mereka tidak takut memikirkan talenta-talenta itu, dan mendorongnya menuju impian apapun, menjadi berani secara alami.
Saya mempunyai teman-teman yang merasa yakin bahwa kehidupan ini sudah berlalu melewati mereka, bahwa kesempatan mereka untuk bertindak berani telah datang dan pergi. Ini sangat menyedihkan bagi saya—Anda tidak terlalu tua! Nenek saya tetap berani sepanjang hidupnya sampai nafas terakhirnya di usia delapan puluh sembilan tahun.
Jika Anda membaca renungan ini, berarti Anda hidup, dan jika Anda hidup, maka impian itu juga hidup.
Impian apakah yang tidak pernah bisa berhenti Anda impikan? Pikirkanlah itu dan cobalah mengerjakannya karena Allah ingin memakai impian itu. Allah mau menggunakan talenta itu. Ia mau memakai impian dan talenta Anda dan menggunakannya untuk membawa orang lain kepadaNya.
Saya mengasihi Tuhan. Dia sangat berarti segalanya dalam hidup saya. Dia juga sangat mengasihi saya. Dan salah satu cara saya mengasihi Allah adalah seperti ini: yang saya lakukan saat ini. Menulis. Berbicara tentang Dia. Mengekspresikan kasih saya bagiNya melalui kehidupan saya, melalui orang-orang yang saya kasihi, dan melalui pelayanan di mana saya terlibat di dalamnya. Saya ingin menjalani hidup saya dalam cara yang selalu dan selamanya memompa sebanyak mungkin kasih dari dalam hati saya.
Jika Anda membaca renungan ini, berarti Anda hidup, dan jika Anda hidup, maka impian itu juga hidup.
Apakah saya pernah melakukan kesalahan? Tentu saja dan sering sekali. Apakah saya orang berdosa? Kita juga sama. Tetapi setiap hari, selama waktu yang masih Tuhan berikan bagi saya di muka bumi ini, saya ingin seluruh hidup saya mengasihi Dia. Melalui karir menulis saya dan melalui impian-impian lain yang telah Tuhan tumbuhkan dalam hati dan hidup saya.
Allah senang menaruh sayap pada impian-impian yang dikejar oleh anak-anakNya, impian yang akan membawa kemuliaan bagi namaNya.
JADILAH BERANI: Apakah satu impian yang Anda harapkan masih hidup dalam kehidupan Anda?
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

