Jumat, 18 Desember 2020
Bacaan : Mazmur 23
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. (Mazmur 23:3)
Bagaimana Anda tahu kapan harus mengambil langkah yang berani, bahkan sekalipun itu tidak mudah? Bagaimana Anda tahu untuk melangkah saja?
Sebagai seorang mahasiswa tingkat dua (dan selama sebagian besar masa kuliah saya), saya senang menghabiskan waktu di kantor pelayanan kampus, di kampus saya, Universitas Georgia Yayasan Wesley—rasanya keren dan trendi sebagai seorang Kristen.
Pelayanan kampus adalah gereja untuk mahasiswa universitas yang diadakan di kampus-kampus. Banyak di antara teman persekutuan pemuda saya yang menghadiri ibadah di sini, jadi setiap kali saya mampir ke gedung Wesley rasanya seperti pulang kampung. Dan ketika saya berjalan melewati aula, saya melihat foto-foto dari perjalanan misi mahasiswa tahun sebelumnya.
Suatu hari saya berhenti di depan salah satu foto tersebut—sekelompok mahasiswa berfoto bersama di tengah-tengah kebun bunga matahari. Matahari bersinar di atas kepala mereka, sehingga membuat rambut keriting dan pirang seorang gadis tampak seperti bercahaya. Di sudut foto itu tertulis, “SKOTLANDIA”.
Saya pernah mendengar tentang Skotlandia. Itu saja. Lalu dalam suatu ibadah hari Rabu malam di Wesley pada musim gugur—beberapa minggu kemudian tepatnya—diumumkan jadwal untuk perjalanan misi tahun ajaran tersebut, dan salah satu pilihannya adalah Skotlandia. Pikir saya, Ya, saya ingin berdiri di kebun bunga matahari itu dan berfoto di sana.
Ini bukan hal yang terlalu rohani. Ini adalah pintu yang terbuka.
Saya tahu Alkitab berkata untuk kita pergi ke semua bangsa dan memberitakan Injil (Mat 28:19), jadi ini lebih seperti memilih dari daftar perjalanan yang ditawarkan kepada para mahasiswa yang berminat di semester itu. Saya memang berdoa, saya ingat itu. Tetapi tidak pernah ada bendera Skotlandia besar yang berkibar di jendela kamar asrama saya atau tanda-tanda aneh lainnya dari surga tentang hal ini. Saya hanya tahu saya ingin pergi dalam sebuah perjalanan misi, dan itulah yang terpampang di hadapan saya saat itu.
Akhirnya saya pergi dalam perjalanan misi tersebut, bahkan sampai tinggal di sana untuk waktu yang cukup lama. Pergi dalam sebuah perjalanan ke luar negeri, lalu tinggal di sana, membutuhkan keberanian. Itu hal yang berbeda. Itu hal yang baru. Dan saya bukannya sedang berada di sebuah jalan dan mengikuti petunjuk tanda panah yang menyala. Itu adalah sebuah pintu terbuka di mana Allah memimpin saya.
Ini bukan hal yang terlalu rohani. Ini adalah pintu yang terbuka.
Dalam bacaan hari ini, pemazmur berkata bahwa Allah memimpinnya di jalan yang benar. Mintalah Tuhan untuk memimpin Anda kepada pintu-pintu yang terbuka, dan beranilah untuk berjalan melaluinya.
JADILAH BERANI: Tuliskanlah sebuah doa kepada Tuhan, mintalah Dia untuk menunjukkan kepada Anda pintu yang terbuka dalam kehidupan Anda saat ini. Jika Anda ingin Tuhan membukakan pintu yang tepat serta menutup pintu lain yang salah, tuliskanlah itu juga.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

