Selasa, 10 November 2020
Bacaan : Lukas 11 : 37-54
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:20)
Gereja kadang-kadang dikenal karena kesediaannya melayani, tetapi biasanya dengan agenda rohani yang bertujuan baik sebagai tujuan utama kita. Hal ini kedengarannya menghujat, tetapi melayani orang-orang sekedar untuk membuat mereka diselamatkan adalah agenda keagamaan. Meskipun hal itu tampak murni dan mulia bagi kita sebagai orang percaya, hal itu bersifat manipulasi bagi dunia, dan dipandang sebagai pelayanan yang tidak tulus. Dunia bisa mencium baunya dari jarak jauh. Kita menempatkan mereka dalam posisi defensif jika kita membawa alasan pelayanan tersebut dalam lingkup tanggung jawab kita. Tetapi, misalnya, kita menjadi sukarelawan di sekolah lokal kita untuk membantu kepala sekolah agar berhasil, maka kita menyeberang batas dan masuk wilayah yang jarang dikunjungi Gereja. Itu adalah pelayanan demi kepentingan orang lain. Pelayanan semacam itulah yang disambut dengan baik. Bonus luar biasa yang Anda dapatkan adalah bahwa Anda mempengaruhi sekolah itu dengan cara yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan, termasuk membawa orang-orang kepada Kristus.
Apa yang akan terjadi jika orang tua menjadi sukarelawan di sekolah lokal mereka untuk membantu guru-guru menjadi sukses? Biasanya guru-guru memiliki motivasi murni untuk membuat anak-anak sukses dalam kehidupan. Mereka menginvestasikan diri mereka sendiri demi generasi yang akan datang. Mereka layak menerima sikap hormat kita karena komitmen mereka, dan kita bisa membantu mereka sukses.
Distrik sekolah terbiasa dengan orang Kristen yang mencari posisi di dewan sekolah lokal. Kadang-kadang orang tua bekerja sama dengan orang tua lain untuk mendorong kepada sekolah memecat seorang guru karena mereka ateis, atau mengubah kurikulum tertentu. Tetapi apa yang terjadi jika kita sungguh-sungguh menerobos sistem dunia ini untuk memberikan penghormatan di mana diperlukan, dan bukan merendahkan orang yang kita anggap layak untuk disingkirkan? Yang pertama mendatangkan transformasi melalui kemurahan hati. Yang satunya dapat membuat dunia menolak kita karena dunia tidak memiliki banyak pilihan kecuali melindungi apa yang mereka kelola dari kelompok luar (kita) yang dianggap ingin memegang kendali. Hal itu mungkin bisa berhasil untuk beberapa waktu, tetapi itu bukan prinsip Kerajaan, dan juga tidak akan bertahan lama. Ada cara lain yang lebih baik.
Cukup menarik bahwa kepenuhan Roh juga sering terlihat dalam dua metode pelayanan yang berbeda ini. Kepenuhan Roh membuka jalan bagi “orang percaya untuk berjalan dalam hikmat, memberikan kontribusi praktis terhadap kebutuhan masyarakat, dan juga menentang kemustahilan kehidupan melalui penyediaan Salib—sebuah solusi melalui pertunjukan hal supernatural. Mungkin kedua hal yang bekerja berdampingan ini harus dipandang sebagai kehidupan Kristen yang seimbang.”
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

