Bahasa Alkitab

Rabu, 28 Oktober 2020

Bacaan :  2 Timotius 3 : 10-17

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)

Alkitab merupakan dasar dari semua “pendengaran” dari Alkitab. Alkitab tidak akan menyimpang dari firmanNya, tetapi sering kali kita memiliki pemahaman yang salah tentang firmanNya. Ingat, Allah jauh lebih besar dari pada kitabNya. Alkitab bukan memuat Allah, tetapi Alkitab menyatakan tentang Dia.

Kebenaran ini bisa digambarkan melalui dua kata Yunani untuk kata “logos” dan “rhema”.

Logos seringkali digunakan untuk berbicara tentang firman yang tertulis, yaitu Alkitab kita yang kudus. Pembacaan Alkitab merupakan cara paling umum untuk menerima pengajaran dan belajar mengenal suaraNya. Halaman demi halaman dipenuhi dengan petunjuk praktis tentang kehidupan. Belajar prinsip-prinsip firman Allah membantu kita belajar mengenali suaraNya dengan meneguhkan kebenaran dalam hati kita. Pemazmur meneguhkan tujuan tersebut, dengan berkata, “Dalam hatiku aku menyimpan janjiMu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau” (Mzm 119:11). Di sinilah kita menemukan prinsip-prinsip Kerajaan Allah untuk menjalani hidup. Firman itu bekerja bagi setiap orang yang menerapkannya.

Rhema adalah pesan firman yang diucapkan. Ia selalu merupakan ungkapan sesuatu yang sedang diucapkan. Sebab itu, rhema mengandung aspek kesegeraan. Seringkali Allah menghembuskan firmanNya dan memberikan kehidupan, ada sesuatu yang tertulis untuk “saat ini”. Firman yang diucapkan tidak pernah boleh menggantikan Firman yang tertulis. Makin banyak Firman tertulis yang kita miliki dalam hati kita, makin besar kapasitas yang kita miliki untuk mendengar Firman yang diucapkan, karena Ia berfirman tentang apa yang ada dalam hati kita dan memunculkannya.

From “Dreaming with God” by Bill Johnson

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top