Kehendak Allah

Sabtu, 26 September 2020

Bacaan :  Bilangan 14 : 11-35

Berfirmanlah Tuhan: “Aku mengampuninya sesuai dengan permintaanmu.” (Bilangan 14:20)

Kita biasanya memikirkan kehendak Allah sebagai sesuatu yang statis—permanen dan tidak berubah. Kita terutama menghubungkan sesuatu itu dengan peristiwa khusus pada waktu tertentu. Unsur yang hilang dari pemahaman kita tentang topik ini adalah peranan kita dalam menyingkapkan kehendakNya.

Ketika Allah akan menghancurkan bangsa Israel, Ia memberi tahu Musa supaya menyingkir, karena Ia akan membinasakan orang-orang yang dipimpin Musa keluar dari Mesir menuju padang gurun. Kemudian Musa mengingatkan Allah bahwa mereka bukan umatnya—mereka adalah umat Allah; dan bukan hanya itu, Musa tidak memimpin mereka keluar dari Mesir; Allah yang memimpin mereka keluar. Allah menjawab dengan mengakui bahwa pada dasarnya ia benar, dan kemudian berjanji tidak akan membinasakan mereka. Hal yang mengejutkan bukanlah Allah mengubah pikiranNya dan batal menghukum bangsa Israel, melainkan Ia menghadapkan Musa untuk berdiskusi denganNya mengenai kehendakNya, dan Musa mengetahui itu. Abraham adalah orang lain yang mengetahui hal ini. Sahabat berdasarkan perjanjian sepanjang sejarah ini tampaknya benar-benar memiliki pemahaman yang sama tentang harapan Allah agar mereka terlibat dalam perwujudan kehendakNya, yang mempergaruhi hasil dari masalah itu. Mereka tahu tentang tanggung jawab yang terletak di atas pundak mereka, dan mereka harus bertindak di hadapan Allah untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan umatnya. Peranan syafaat imam tidak pernah digambarkan lebih jelas dari pada ini. Fokus utama kehendakNya bukanlah akan menghancurkan bangsa Israel atau tidak; melainkan untuk membawa Musa masuk ke dalam proses itu. KehendakNya tidak pernah berfokus pada peristiwa; tetapi berfokus pada sahabatNya untuk mendekat hadiratNya, berdiri dalam peranan mereka sebagai orang yang diutus. Kehendak Allah merupakan satu proses, seperti halnya hasil—seringkali mengalir, tidak statis.

From “Dreaming with God” by Bill Johnson

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top