(12) Pertobatan Menggagalkan Tuaian Dosa

Selasa, 25 Agustus 2020

Bacaan :  1 Yohanes 1 : 5-10

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yohanes 1:9)

Setiap hari kita mungkin tergoda untuk berdosa. Terkadang itu berupa godaan melakukan dosa yang kelihatan dan terencana; terkadang kita tergoda melakukan dosa kelalaian atau ketidakmauan untuk melakukan perbuatan baik yang seharusnya dilakukan. Mazmur 66:18 berkata, “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” Frase ‘ada niat jahat’ dalam ayat ini berarti ‘menyimpan niat jahat’. Jika Anda secara aktif melakukan dosa dan menikmatinya, dan tetap berdoa kepada Allah untuk menyatakan kuasaNya bagi Anda, Anda tidak memiliki rasa hormat atau takut akan Tuhan Semesta Alam. Dia tidak akan mendengar doa Anda, kecuali doa yang berisi permohonan untuk dilepaskan dari cengkeraman dosa itu.

Apakah ada sesuatu dalam hati Anda yang benar-benar Anda sayangi dan ternyata itu dosa? Anda harus bersedia bertobat kepada Allah atas dosa itu dan mempercayai Dia agar membantu Anda dibebaskan sepenuhnya dari cengkeramannya dalam hidup Anda. Sebagai orang percaya, Anda seharusnya mengakui semua kesalahan Anda kepada Tuhan setiap hari. Setelah Anda bertobat dengan sepenuh hati, Dia selalu setia dan adil untuk mengampuni Anda dan semua dosa Anda.

Setelah bertobat, Anda bisa meyakini kepastian bahwa Tuhan telah menghapus dosa Anda dan bahwa Anda berada dalam hubungan yang benar denganNya. Ada satu langkah selain pertobatan yang saya ingin Anda renungkan hari ini. Meskipun Anda berada dalam posisi yang benar bersama Tuhan, ada prinsip pasti dalam Kerajaan Allah yang mengatakan, “Apa yang ditabur orang, itu yang akan dituainya” (Gal 6:7). Jika Anda menabur kepahitan, kemarahan atau tipu muslihat ke dalam hidup orang lain, Anda pasti mendapatkan tuaian sejenis dalam hidup Anda. Apakah Anda pernah mendengar pepatah, “Cara Anda memperlakukan orang lain akan menentukan cara orang lain memperlakukan Anda pada masa mendatang”? Bahkan dunia bisa mengenali prinsip pasti Kerajaan Allah ini, tetapi dunia tidak tahu cara menghentikan siklus kehancurannya yang tidak terelakkan.

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya (Ams 18:21). Ayat Amsal ini memberi kita harta yang besar dari surga. Ayat ini adalah sarana yang mengagumkan yang memampukan Anda untuk mematahkan siklus tuaian buah dosa yang menghancurkan hidup Anda. Setelah Anda mengungkapkan kesedihan seperti yang dikehendaki Allah dan dengan segenap hati bertobat atas dosa Anda, Anda memiliki kuasa pada lidah Anda untuk menyatakan matinya tuaian kehancuran yang merupakan buah dosa yang Anda tanam. Ucapkan perkataan iman untuk menggagalkan tuaian benih kejahatan, keegoisan, penipuan, dan penyimpangan yang telah Anda tabur.

Hari ini, saya mendorong Anda untuk menyatakan matinya sumber kehidupan segala kejahatan yang menghasilkan buah-buah yang buruk dalam hubungan, keuangan, atau kesehatan Anda, dan saya yakin bahwa Anda akan mulai terbebas dari banyak penderitaan dan kesedihan. Anda kemudian dapat memperkatakan kehidupan berdasarkan kebenaran Kristus yang ada dalam diri Anda dan menghasilkan tuaian kedamaian dan sukacita.

JANGAN MENGHARAPKAN JAWABAN DOA YANG BERNILAI TINGGI ATAS DOA YANG BERNILAI RENDAH

Sunshine Magazine

From “Give Me 40 Days” by Freeda Bowers

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top