Selasa, 11 Agustus 2020
Bacaan : 1 Raja-raja 19 : 9-18
MEMILIKI POLA PIKIR IMAN
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)
Ada beberapa alasan berbeda yang saya anggap membuat pesan 40 hari dalam hidup saya bisa berhasil, tetapi satu alasan yang paling menonjol: Saya memiliki pola pikir iman. Iman akan menjadi kunci untuk membuka pintu menuju masa doa 40 hari pertama Anda dengan Tuhan. Iman yang teguh sangat penting agar Anda dapat mendedikasikan 40 hari Anda kepada Allah dengan sukses. Apa itu iman? Iman adalah sesuatu yang bermakna lebih dari kepercayaan Anda kepada Tuhan. Iman adalah meyakini Dia sepenuhnya. Iman adalah menempatkan keyakinan Anda pada perkataanNya, bahkan saat Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan atau ke mana harus berpaling. Iman adalah berpegang teguh pada firmanNya meski di tengah kesukaran.
Oral Roberts pernah berkata bahwa iman adalah kuasa untuk mempercayai yang benar. Saya memutuskan bahwa saya akan memilih mempraktekkan iman tanpa perlu mencari tahu definisinya, dan saya menerima kuasa untuk mempercayai apa yang benar. Dengan melakukannya, saya mempraktekkan pola pikir iman. Seluruh hidup saya berfokus pada Tuhan. Saat Anda berfokus pada Allah, Anda percaya kepadaNya. Saat Anda percaya kepadaNya, Anda tanpa syarat percaya bahwa Dia mampu melakukan hal yang tidak mungkin bagi Anda. Iman seperti itu membangun harapan dan keyakinan, baik dalam Tuhan maupun dalam apa yang Dia akan lakukan dalam diri Anda dan melalui Anda.
Apa yang terjadi saat Anda menjalani masa doa selama 40 hari dan seterusnya dengan pola pikir iman? Bagi saya, kapan pun iblis menggoda pikiran saya atau mencoba menanamkan keraguan dan keputusasaan dengan cara menggoda saya agar percaya bahwa saya tidak dapat menjaga komitmen saya, atau bahwa saya tidak pernah mendengar suara Allah, saya hanya mengulang-ulang undangan indah yang Allah berikan kepada saya, “Berikan Aku waktu 40 hari.” Kemudian Roh Kudus memotivasi saya: “Sekarang Freeda, kita baru memasuki hari ke-21, dan Aku berkata 40…” Atau Dia akan berbisik, “Kita baru memasuki hari ke-33, tetapi Aku berkata 40, jadi mengapa kamu putus asa? Berikan Aku 40 hari.”
Berulang kali selama masa doa 40 hari pertama, saya bertanya-tanya apakah saya benar-benar mendengar suara Tuhan atau tidak. Saya ingin benar-benar yakin bahwa suara Tuhanlah yang saya dengarkan. Dia begitu baik kepada saya saat Dia menerima semua pertanyaan saya dan dengan sabar menjawab setiap pertanyaan itu. Allah tidak berbicara kepada saya dengan suara yang menggelegar. Saat Dia berbicara kepada saya, suaraNya begitu lembut. Saat Allah berbicara kepada Elia, Dia tidak berbicara melalui tiupan angin, gempa bumi atau api. Dia berbicara melalui bisikan yang lembut.
Selama masa 40 hari, dengarkanlah suara Allah. Dia selalu berbicara, tetapi Anda harus menyetel instrumen pendengaran rohani Anda untuk mengetahui bagaimana Dia berbicara kepada Anda secara pribadi. Seorang pendeta pernah berkata bahwa ia mendengar Allah dengan jelas sama seperti mendengar radio. Pemancar radio mentransmisi sinyal setiap saat. Jika Anda menyalakan radio dan tidak terdengar apa-apa, Anda tidak berpikir akan menelepon pemancarnya dan mengeluhkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan sinyalnya. Melainkan Anda akan memeriksa radio Anda. Apakah kabelnya tertancap? Apakah memang sudah dinyalakan? Apakah salurannya sudah tepat?
Begitulah yang persis terjadi dengan Allah dan kita. Dia selalu mengirimkan sinyal; kabel kita harus benar-benar tertancap, kita harus dalam keadaan menyala dan berada pada saluran yang tepat, yaitu saluran tempat hatiNya sedang berbicara kepada kita. Dengan cara demikian, kita akan mendengarkanNya dengan jelas setiap saat.
Dalam doa, disiplinkan diri Anda untuk mematikan suara-suara lain dalam hidup Anda kecuali suara Tuhan. Buka telinga rohani Anda dan dengarkan suara lembut Roh Kudus. Saat Dia berbicara, patuhi dengan cepat apapun yang Dia perintahkan.
Memupuk pola pikir iman membantu kita berjalan dalam perintah ilahi. Jangan anggap saat teduh 40 hari yang akan Anda lewatkan dengan Allah dalam doa sebagai waktu pribadi Anda. Waktu tersebut adalah waktu IlahiNya, bertujuan untuk menerapkan perintahNya dalam hidup Anda dan dalam hidup mereka yang anda doakan. Waktu ini bukanlah waktu yang dikhususkan untuk kepentingan Anda, meskipun Anda akan mendapat keuntungan dan diberkati. Masa doa 40 hari Anda dipersembahkan dan disucikan bagi Tuhan. Melalui hari-hari tersebut Dia akan mengatur langkah-langkah Anda dan mengarahkan jalan Anda.
Saya percaya bahwa dalam doa dan firmanNya, Anda akan mendengar suara Allah dan mengetahui kehendakNya. Dengarkan saat Dia berbicara kepada Anda, “Berikan Aku 40 hari.”
From “Give Me 40 Days” by Freeda Bowers

