Rabu, 13 September 2023
Bacaan : Yohanes 13 : 4-15
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. (Yohanes 13:5)
Setelah Yesus memilih teman-teman terdekatnya, Ia perlu memuridkan para nelayan, pemungut pajak, dan revolusioner politik ini yang telah meninggalkan karier mereka untuk mengikut Dia. Saya tidak yakin Anda memahami konsekuensi dari keputusanNya ini. Anda hanya berpikir, Oh, ya, para murid, lalu melupakan apa yang sebenarnya dibutuhkan dari mereka untuk dapat menjadi rasul-rasul. Akan dibutuhkan banyak kerja keras. Tidak ada ibu peri yang mengayunkan tongkat sihirnya di sini; buah labu ini tidak serta-merta akan berubah menjadi para pelatih.
Tetapi cara Yesus memuridkan setiap orang membuktikan kerendahan hatiNya. Menjadi seorang pengajar yang menarik perhatian orang banyak bisa menjadi pengalaman yang memabukkan, semua mata tertuju kepada Anda menantikan kata-kata bijak keluar dari mulut Anda. Sangat mudah menjadi ramah ketika Anda dipuja-puja. Namun ketika murid-murid itu terus kehilangan poin pengajaran, menantang Anda, keluar dari jalur, mengubah topik pembicaraan, salah paham, saling bertengkar—itulah saatnya karakter Anda diungkapkan Saya tidak pernah benar-benar melihat Yesus bertekun dengan murid-muridNya. Kecerdasan yang cemerlang dari apa yang Yesus ajarkan telah mengaburkan proses yang terjadi, segala sesuatu yang dituntut dariNya. Anda telah terlalu terbiasa dengan Yesus yang ramah, baik, dan sabar, Anda lupa akan kerendahan hatiNya.
~***~
Tidak ada ibu peri yang mengayunkan tongkat sihirnya di sini; buah labu ini tidak serta-merta akan berubah menjadi para pelatih. Bagaimanakah pernyataan ini menolong Anda memahami pekerjaan Allah dalam memuridkan hidup Anda? Dapatkah Anda melihat prosesnya dengan lebih baik sekarang?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

