Sabtu, 10 Juni 2023
Bacaan : Yohanes 4 : 3-19
tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yohanes 4:14)
Mungkin ini mengejutkan buat Anda: Kekristenan bukanlah undangan untuk menjadi orang yang bermoral, atau sebuah program untuk menyelaraskan Anda atau untuk mereformasi masyarakat. Ya, ini mempunyai efek yang sangat kuat dalam hidup Anda, tetapi ketika perubahan itu datang, selalu ada efek lanjutan atau sesuatu yang lain, sesuatu di dalam hati Anda. Jadi pada intinya, Kekristenan dimulai dengan undangan kepada Anda untuk memiliki keinginan.
Lihatlah bagaimana Yesus terhubung dengan perempuan Samaria yang Ia temui di sumur Yakub. Perempuan ini sendirian di tengah hari datang untuk mengambil air, jadi kemungkinan kecil ia akan bertemu orang lain. Gaya hidupnya telah memberi “reputasi” tersendiri kepadanya. Dia tinggal bersama kekasihnya yang keenam, jadi ia lebih memilih menghadapi terik matahari dari pada mendengar omongan dari wanita “baik-baik” di kota itu. Ia berhasil menghindari para wanita, tetapi sebaliknya malah bertemu dengan Tuhan. Apakah yang Tuhan pilih untuk bicarakan dengannya—tentang moralnya? Tidak, Ia berbicara kepada perempuan itu tentang kehausannya: “Sekiranya engkau tahu pemberian Allah dan siapa yang minta minum kepadamu, pasti engkau sendiri yang minta minum kepada-Nya, dan Ia akan memberi kepadamu air hidup.” (Yoh 4:10—BIMK). Luar biasa. Tuhan tidak memberikan khotbah tentang kesucian, Dia hanya menyebutkannya secara singkat. Tetap saja, Tuhan mengejar dia, mengatakan, Mari bicara tentang dahaga hatimu yang sebenarnya, karena jalan hidup yang kau pilih jelas tidak berhasil.
~***~
Apakah Anda menanyakan diri Anda akhir-akhir ini, Apakah yang kuinginkan? Dalam hal apakah aku merasa haus? Jadilah tenang, dan biarlah jiwa Anda menyebutkan kehausannya. Kemudian undanglah Yesus ke dalam hati Anda.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

