Rabu, 29 Maret 2023
Bacaan : Yohanes 14 : 1-7
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
Untuk memastikan bahwa Anda memahami apa yang Yesus katakan, yaitu bahwa Dialah satu-satunya jalan ke surga. Tidak seorang pun bisa datang kepada Allah kecuali melalui Yesus. Mungkin kedengarannya pernyataan klaim yang sangat ofensif. Apakah ini sikap yang arogan, atau memang kenyataan.
Allah tidak ingin kehilangan satu jiwa manusia pun. Kenyataannya, api neraka itu sebenarnya bukan diciptakan untuk menghukum manusia. Itu diciptakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya (Matius 25:41). Yesus tidak ingin seorangpun berada di sana.
Hati Yesus yang penuh kasih tidak berkurang oleh kenyataan bahwa beberapa orang lebih memilih neraka daripada berserah kepada Allah. Dia menangisi hal ini. Dia memperingatkan, mendesak, memohon, melakukan mujizat. Saat mereka memakukanNya di kayu salib, Ia berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34). Karena jika mereka tidak menemukan pengampunan, mereka akan menemui hari penghakiman yang sangat kejam. Yesus berdoa untuk mereka, berdoa supaya mereka mendapatkan belas kasihan.
Sebagian besar upaya untuk meyakinkan dunia bahwa Yesus adalah “Seorang yang hebat, tidak jahat dan dogmatik,” membawa pemahaman tersebut sampai pada titik di mana mereka menyembunyikan atau menghapuskan keeksklusifan Yesus. Yesus mengatakan dengan jelas; Ia mengatakan kebenaran dalam kasih karena Dia tidak ingin kehilangan seorangpun.
~***~
Bagaimana dengan Anda—apakah Anda “menyembunyikan” sisi tidak populer dari iman kita, bahwa hanya melalui Kristus manusia bisa diselamatkan? Bagaimanakah Anda menyampaikan kebenaran ini dengan kasih?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

