(31) Mengikat dan Melepaskan

Minggu, 13 September 2020

Bacaan :  Matius 18 : 15-20

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. (Matius 18:18)

Beberapa tahun lalu, Tuhan menyingkapkan pemahaman saya mengenai ayat hari ini dan memberi saya penyataan yang mengubahkan kehidupan yang membuat perbedaan berarti dalam kehidupan doa saya. Saya ingin membagikan penyataan itu kepada Anda di sini.

Yesus, sang Mesias, adalah seorang Yahudi dan pertama kali dikirim kepada orang-orang Yahudi. Pada jaman itu, setiap orang diklasifikasikan sebagai orang Yahudi atau bukan Yahudi. Sebagai seorang Yahudi, yang melayani orang-orang Yahudi, Yesus berbicara dengan menggunakan istilah-istilah yang biasa dipakai pada masa itu. Orang-orang Yahudi mempelajari ajaran Musa di tempat ibadah mereka dan dalam Matius 18:18, Yesus mengacu pada perintah yang diajarkan Musa kepada nenek moyang mereka. Perintah itu sangat dikenal oleh semua orang yang mendengar khotbah Yesus. Saya yakin bahwa dalam benak pen-dengar Yesus tidak akan terlintas pertanyaan mengenai maksudNya.

Mari kita lihat bersama kitab Ulangan 6:6-9 untuk melihat perintah yang diberikan Allah Bapa kepada umat Israel melalui nabiNya, Musa.

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Yesus meminta orang-orang yang mendengarkan-Nya untuk melakukan hal yang sama yang dilakukan nenek moyang mereka dan mengikatkan firman Allah yang Mahakuasa pada setiap orang dan pada setiap situasi hidup mereka. Lalu, apa yang seharusnya mereka lepaskan? Mereka harus melepaskan hal yang bertentangan, segala sesuatu yang tidak sejalan dengan perintah Bapa kepada mereka.

Saya telah diajarkan tentang prinsip mengikat dan melepaskan di gereja sejak saya kecil, dan tidak pernah mempelajari kebenaran ini seperti yang saya ketahui sekarang. Roh Kudus, dan teman saya Liberty Savard melalui bukunya Shattering Your Strongholds, serta asisten saya yang keturunan Yahudi, Linda Markowitz, semuanya mengajarkan tentang kebenaran besar ini dalam hidup saya, tentang mengikat dan melepaskan. Betapa sederhana dan mudahnya prinsip ini. Sekarang, saya tidak pernah bingung tentang cara berdoa seperti yang diajarkan Yesus. Saat saya dipimpin oleh Roh Kudus, saya mengikatkan ayat-ayat khusus pada orang yang saya doakan, dan saya melepaskan mereka dari ikatan belenggu iblis dan kehancuran.

Mari kita praktekkan apa yang telah kita pelajari hari ini. Sekarang pikirkan seseorang dalam hidup Anda yang diperdaya oleh musuh, dan ucapkan doa ini:

Bapa, aku membawa ________ ke hadapanMu hari ini, dan aku mengikatkan dia pada kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus. Aku mengikatkan pikirannya pada pikiran yang ada dalam Kristus Yesus, dan aku berkata bahwa ________ akan berpikiran jernih dan mampu melihat kebenaran yang akan membebaskannya. Aku melepaskan ________ dari semua roh dan suara tipu daya. Aku memohon kepada-Mu, Tuhan, untuk mengutus hamba-hamba Tuhan yang berpengalaman ke dalam kehidupan ________ untuk mengajarkan kebenaran dan kehidupan Yesus kepadanya. Dalam nama Yesus aku berdoa, Amin.

SEBAGAIMANA KITA DIJADIKAN SEBAGAI MAKHLUK YANG TIDAK PERNAH BERHENTI BERPIKIR; KITA JUGA DIPANGIL UNTUK TIDAK PERNAH BERHENTI BERDOA.

Henri Nouwen

From “Give Me 40 Days” by Freeda Bowers

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top