Rabu, 15 Februari 2023
Bacaan : 1 Yohanes 4 : 16-19
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. (1 Yohanes 4:19)
Tidak ada yang lebih menderita daripada hubungan yang rusak dengan Tuhan. Kerusakan yang ditimbulkan oleh rasa sakit itu terhadap hubungan kita dengan Yesus seringkali lebih buruk daripada rasa sakit itu sendiri.
Selama masa sakit hati tersebut, setiap kali saya kembali kepada Yesus, hal pertama yang dikatakanNya adalah, “Kasihilah Aku.” Pada awalnya ini mengejutkan saya—Bukankah seharusnya Engkau yang berkata Engkau mengasihi aku? Akulah yang sedang sakit di sini. Tetapi bagaimanapun, secara naluriah, saya tahu apa yang Tuhan maksudkan. “Kasihilah Aku sekarang, dalam hal ini—bukan untuk hal ini, tetapi di dalam hal ini.” Kata-kata ini telah menyelamatkan saya.
Rasa sakit menjauhkan Anda dari Tuhan justru di saat-saat Anda paling membutuhkan Dia. Jiwa Anda menarik diri, seperti seekor siput masuk ke dalam cangkangnya. Lalu Anda tidak hanya merasakan sakit hati, Anda juga “kehilangan” Tuhan untuk beberapa waktu. Kehancuran di atas penderitaan. Terkadang dibutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk memulihkan hubungan. Yesus menyelamatkan saya dari siklus itu dengan berkata kepada saya untuk mengasihi Dia sekarang, tepat di tengah-tengah rasa sakit itu.
Ketika saya mengasihi Allah di sini, itu membuka hati dan jiwa saya kembali kepadaNya tepat di saat saya paling membutuhkan Dia, tepat di pusat rasa sakit tersebut. Terlalu sering kita berseru memohon pengertian—“Mengapa, Tuhan?” Tetapi saya telah belajar tahun demi tahun bahwa ketika Anda berada di tengah-tengah penderitaan, Anda seringkali tidak mendapatkan pengertian, dan sejujurnya, Anda tidak membutuhkan pengertian—Anda membutuhkan Tuhan.
~***~
Di manakah Anda merasakan rasa sakit saat ini? Dapatkah Anda datang kepada Yesus di tengah-tengah rasa sakit itu? Jika ya, itu akan membuka hati Anda kembali kepadaNya.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

