Rabu, 1 Februari 2023
Bacaan : Matius 22 : 34-40
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. … Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37,39)
Hanya Yesus yang dapat mengambil semua perintah Allah—dan meringkasnya menjadi dua. Dua. Kita mungkin telah melewatkan betapa briliannya, dan sekaligus juga betapa baiknya hal itu.
Orang-orang sepertinya senang membuat hal-hal menjadi rumit. Lihatlah apa yang telah kita perbuat dengan bidang pendidikan dan perpajakan. Orang-orang Yahudi pada jaman Yesus mempunyai begitu banyak peraturan yang secara praktis malah membuat mereka tidak bisa berkutik. Ini bukanlah yang Tuhan kehendaki. Jalan kekudusan tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi labirin yang kompleks dan akhirnya menuju keputusasaan.
Standar yang tinggi sering diabaikan karena kita merasa kita tidak punya peluang sedikit pun untuk mencapainya. Jadi mengapa harus repot? Masalah moral tetap kabur sebagai cara untuk memaafkan diri kita sendiri tanpa pernah benar-benar menghadapinya.
Yesus memangkas semua ini ketika berkata, “Semuanya bermuara di sini: Kasihilah Tuhan, kasihilah sesamamu. Praktekkan hal ini dan kamu akan baik-baik saja.” Dia tidak mengabaikan banyak perintah yang luar biasa yang telah Tuhan berikan kepada kita dalam FirmanNya; tetapi Dia membawa kita kembali kepada motivasi. Oke. Kalau seluruh isi Alkitab dapat dirangkum menjadi dua hal ini, tentunya ini menarik perhatian kita. Ini adalah tanda aba-aba untuk kita: kalau kita menjadikan mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama sebagai motivasi kita, kita akan menemukan keindahan kekudusan Yesus.
~***~
Ya, Tuhan, aku mau memilih jalan kasih. Aku memilih kasih sebagai tujuan hidupku. MengasihiMu dan mengasihi sesamaku. Aku menjawab “ya”, Tuhan!
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

