Senin, 30 Januari 2023
Bacaan : Ulangan 4 : 29-40
Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau … (Ulangan 4:31)
Burung meadowlark telah lama menjadi burung pekicau favorit saya. Karena ia membangkitkan begitu banyak kenangan yang berharga. Burung ini telah menjadi sebuah simbol harapan bagi saya, lebih dari apapun. Burung meadowlark kembali ke Colorado di awal musim semi, yang berarti ia tiba di saat badai salju melanda. Sungguh luar biasa; kalau saya, saya akan menunggu sampai bulan Juni di saat cuaca sudah mulai menghangat. Tetapi mereka tetap datang meskipun ada salju, hinggap di pucuk pepohonan, dan mulai berkicau. Mendengarkan lagu musim panas ketika salju meleleh di wajah kita sepertinya memang tidak pada tempatnya. Tetapi justru saat itulah kita membutuhkannya.
Saya mendengarkan dua ekor meadowlark di suatu hari yang dingin dan berangin, saling memanggil dan bersahut-sahutan satu sama lain. Allah mulai berbicara kepada saya melalui burung-burung itu. Saya mendengar Dia mendorong saya untuk mempertahankan lagu musim panas saya sendiri, sekalipun kehidupan musim dingin terus saja menghembuskan angin dingin dan salju di musim semi saya. Jangan buang keyakinanMu, Tuhan berkata. Jangan beranjak dari tempat bertenggermu, tetapi nyanyikanlah lagumu, semangat musim panasmu, yakin akan kebaikanKu yang akan menghampirimu. Kamu tidak membawa musim semi ini, anakKu; kamu tidak perlu mengatur supaya musim panas akan datang berikutnya. Musim akan datang sesuai kehendak BapaKu, dan mereka pasti akan tiba.
~***~
Tuhan Yesus, di manakah aku kehilangan “nyanyianku”? Di manakah aku telah kehilangan harapan bahwa “musim panas” pasti akan datang?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

