Minggu, 29 Januari 2023
Bacaan : Keluaran 23 : 25-33
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. (Yakobus 1:2-3)
Tidak mungkin menjalani kehidupan rohani yang murni jika hati dan pikiran Anda bermusuhan dan bukannya bekerja sama. Anda tidak akan bebas mengasihi ataupun melayani. Masalahnya bukanlah karena orang lain itu tidak begitu penting bagi Anda. Justru karena mereka terlalu penting—sehingga Anda terlalu mencari persetujuan mereka untuk banyak hal.
Allah berbicara kepada bangsa Israel dalam Keluaran 23 bahwa Ia tidak akan mengusir musuh mereka dari tanah itu dalam sehari karena mereka belum cukup mampu untuk menguasai tanah itu. Mereka harus belajar berserah kepada Dia, dan dari tempat di mana mereka tinggal di dalam Dia, mereka akan mampu mempertahankan apa yang menjadi hak milik mereka. Yakobus memberi tahu kita supaya kita menganggap sebagai kebahagiaan ketika kita jatuh dalam berbagai pencobaan karena Allah akan memakainya untuk membuat kita menjadi lebih kuat. Hal ini akan terjadi saat Anda belajar untuk percaya penuh kepada Allah, bukannya mengandalkan diri sendiri dan menjadikan Tuhan hanya sebagai cadangan.
Ketika Anda mendengar kalimat “Percaya sepenuhnya kepada Tuhan”, mungkin Anda mendengarnya sebagai satu lagi tuntutan yang tidak akan pernah bisa Anda penuhi. Tetapi daripada melihatnya sebagai sebuah tuntutan, bagaimana kalau Anda mendengarkan suara hati Anda, dan mendengarnya sebagai kebutuhan untuk meletakkan “perbuatan” Anda; membiarkan Tuhan tahu semua kebutuhan Anda, dan tinggal tenang di dalam Dia?
~***~
Tuhan Yesus—aku mau meletakkan semua “perbuatan”ku. Aku menyerahkan segalanya, dan semua orang, kepadaMu. Masuklah dalam hatiku, datanglah dan penuhilah aku, Tuhan.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

