Terperangkap di Masa Kini

Minggu, 22 Januari 2023

Bacaan : Yesaya 57 : 15-19

… “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, … (Yesaya 57:15)

Roh Keagamaan ditetapkan untuk mengurangi keliaran dalam hidup dengan cara membangun sistem janji dan imbalan. Tidak penting apakah poin kesepakatannya—entah itu ketaatan terhadap doktrin, kehidupan moral—tujuannya sama: menjinakkan Tuhan untuk menjinakkan kehidupan. Jangan pedulikan kerinduan jiwa yang mendalam itu; apalagi kesadaran yang mengganggu bahwa Tuhan tidak bekerja sama. Kalau sistem itu tidak bekerja, itu karena Anda tidak melakukannya dengan benar. Selalu ada yang harus dikerjakan.

Melalui pertandingan olahraga dan politik dan pergaulan dan bahkan gereja, selalu ada pencarian akan Kisah yang Lebih Besar di mana Anda bisa hidup dan menemukan peran Anda. Semua kisah lain yang lebih kecil menawarkan rasa akan makna, petualangan, atau keterhubungan. Namun tak ada satupun yang menawarkan sesuatu yang sejati: mereka tidak cukup besar. Hilangnya kepercayaan diri dalam Kisah yang Lebih Besar merupakan alasan tuntutan akan kepuasan segera. Kita membutuhkan sensasi hidup saat ini, karena hanya saat ini yang kita miliki. Tanpa ada masa lalu yang ditanamkan untuk Anda dan masa depan yang menanti Anda, Anda akan terjebak di masa kini. Tidak ada cukup ruang untuk jiwa Anda di masa kini.

~***~

Apakah yang akan Anda katakan tentang “kisah” yang Anda hidupi saat ini? Siapakah pahlawannya? Siapakah penjahatnya? Bagaimana jalan ceritanya? Bagaimanakan cerita itu jika dibandingkan dengan Kisah Hebat yang sedang Tuhan ceritakan?

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top