Jumat, 25 November 2022
Bacaan : Matius 16 : 24-28
Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin. (Pengkhotbah 4:6)
Ketika beranjak dewasa, saya belajar bahwa satu itu baik, dua pasti lebih baik. Kalau 1 dollar itu baik, 2 dollar lebih baik. Kalau satu kaos bermerk itu baik, dua jauh lebih baik.
Waktu saya mungkin masih remaja, saya menonton film bersama beberapa teman saya. Dengan mempraktekkan teori saya ini, saya berpikir bahwa kalau satu bungkus permen itu oke, maka dua pasti akan seru. Jadi selama pertunjukan, saya duduk dan mengunyah dua bungkus permen Spree, permen bulat berwarna-warni yang enak dikunyah itu. Dua bungkus memang seru—sampai saya memuntahkan semuanya di lantai bioskop. Sampai hari ini, teman-teman saya itu masih sering menggoda saya dengan candaan “menguap yang penuh warna”.
Setelah saya bertumbuh dalam hubungan dengan Kristus, saya menemukan bahwa sedikit itu terkadang justru lebih. Yesus berkata dengan jelas hidup ini tidak tergantung dari kelimpahan materi yang kita miliki. Itulah sebabnya saya menginginkan lebih sedikit barang-barang dan lebih banyak teman. Lebih sedikit barang dan lebih banyak waktu bersama keluarga. Lebih sedikit barang dan lebih banyak pengalaman untuk dikenang dan dinikmati.
Orang yang diberkati bukanlah orang yang paling banyak memiliki, melainkan orang yang paling sedikit membutuhkan. Hidup Anda terlalu berharga, panggilan Anda terlalu besar, dan Allah kita terlalu baik untuk menyia-nyiakan hidup Anda dengan hal-hal yang kurang penting.
Lebih baik segenggam ketenangan dan anak-anak yang Anda kenal dan kasihi. Lebih baik segenggam ketenangan dengan sahabat-sahabat dekat. Lebih baik segenggam ketenangan dan liburan sederhana yang penuh kenangan. Lebih baik segenggam ketenangan dan pernikahan yang indah. Lebih baik segenggam ketenangan dan kerinduan akan Yesus.
Jangan lupa, sedikit terkadang lebih banyak.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, hari ini tolonglah aku untuk berfokus pada kualitas dan bukan kuantitas—akan waktu bersamaMu, dalam hubunganku, dan dalam pekerjaanku.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

