Jumat, 11 November 2022
Bacaan : 1 Tesalonika 4 : 1-8
Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. (1 Tesalonika 4:7)
Ketika saya dan Amy baru awal-awal menikah, saya sangat irit sampai-sampai saya sering membeli belanjaan yang dijual murah karena sudah mendekati tanggal kadaluarsa. Amy tidak pernah mengeluh dan entah bagaimana ia selalu berhasil membuat sesuatu yang enak dari apel yang terlalu matang atau satu pak sayap ayam.
Namun suatu hari, saya pulang membawa yogurt yang sudah melewati tanggal layak jualnya. Tentu saja, begitu kami membuka kemasannya, kami langsung bisa tahu bahwa itu sudah tidak layak dikonsumsi lagi. Bahkan saya setuju bahwa satu-satunya hal yang masuk akal adalah membuangnya.
Saya kira beberapa kebiasaan gaya hidup kita seperti itu. Pada mulanya bagus ketika baru memulai, tapi lama-kelamaan kita tidak terlalu antusias lagi. Akibatnya, kita melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak menolong kita untuk menjadi lebih dekat dengan Tuhan.
Dari pengalaman saya, bagian besar dari menjalani kehidupan yang dipisahkan untuk Tuhan adalah belajar untuk beradaptasi terhadap perubahan. Allah mau kita menaatiNya apapun keadaannya, dan Dia juga berjanji akan memberikan kita hikmat dan kekuatan bila kita memintanya. Saya yakin kita seringkali tidak memiliki apa yang kita perlukan, bukan karena Allah tidak mau menyediakannya, tetapi karena kita masih bergantung pada kebiasaan lama kita.
Hari ini tinggalkanlah semua yang sudah kadaluarsa itu dan sediakanlah ruang untuk berkat Allah yang baru, yang Dia mau curahkan bagi Anda.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, berikanlah aku hikmat dan kebijakan, supaya aku dapat menyingkirkan kebiasaan, rutinitas, dan hubungan yang tidak lagi layak dipertahankan. Terima kasih karena Engkau telah menyediakan segala yang kuperlukan, menurut kehendak dan waktuMu yang sempurna.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

