Kamis, 3 November 2022
Bacaan : Yohanes 4 : 31-38
Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. (Yohanes 4:34)
Yesus baru saja selesai melayani ketika murid-muridNya menyadari bahwa Guru mereka belum makan. Tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mengajar, Kristus berkata, “Ada makanan pada-Ku, yang tidak kalian tahu.” (Yoh 4:32—BIMK). Nah, kalau pikiran Anda agak aneh seperti saya, Anda mungkin membayangkan para murid berpikir, Engkau punya makanan yang tidak kami tahu? Apakah semacam snack ara-dan-zaitun di balik jubahMu? Apakah Engkau punya saku di dalam situ? Menyelipkan daging domba dari acara perjamuan?
Yah, mungkin kita tidak seaneh itu, tetapi murid-murid juga merespon kalimat Tuhan Yesus secara harfiah. “Apakah ada orang membawa makanan untuk Dia?” mereka bertanya-tanya (Yoh 4:33—BIMK). Tetapi Yesus sedang berbicara tentang sesuatu yang lebih nyata dari sekedar makan siang. Ia berkata kepada mereka, “Makananku adalah melayani Allah. Makananku adalah menyukakan hatiNya. MakananKu adalah menyelesaikan pekerjaan yang diserahkanNya kepadaKu. MakananKu adalah melakukan kehendak BapaKu dan menyelesaikan pekerjaanNya.”
Allah mau supaya kita berkontribusi dan bukan hanya menjadi pengguna. Ketika semua budaya mengatakan, “puaskan dirimu,” Tuhan menyuruh kita memuaskan orang lain. Ia tidak menciptakan kita untuk menjadi peminta. Bapa kita menciptakan kita untuk menjadi pemberi. Allah memanggil kita untuk berfokus pada kebutuhan orang lain, bukan pada keinginan yang berpusat pada diri sendiri. Allah memanggil kita untuk menanti sampai akhir, bukan menyerobot antrian paling depan.
Dia menciptakan Anda untuk melayani.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, aku lapar akan firmanMu, dan aku mau melayani orang-orang di sekitarku seperti teladan PuteraMu. Hari ini biarlah makananku adalah kepuasan yang datang dari melayaniMu dan mengutamakan orang lain lebih dari diriku sendiri.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

