Minggu, 13 Februari 2022
Bacaan : Kisah Para Rasul 2 : 42-47
… Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, (Kisah Para Rasul 2:46)
Amy dan saya punya enam orang anak, dan melihat bagaimana kebiasaan makan kami berubah selama tahun berjalan sungguh luar biasa. Di awal masa pernikahan, Anda pasti mengira, kelompok makanan kami adalah McDonald’s, Taco Bell, Wendy’s, dan Burger King! Mempunyai anak-anak kecil, kami perlu makanan yang cepat dan murah, dan kalau ada hadiah mainan yang tidak akan rusak sebelum kami sampai di rumah, itu lebih baik.
Hari-hari ini kalau Anda membuka kulkas kami, mungkin Anda berpikir kita sedang berada di supermarket bahan makanan organik. Ada telur omega 3 di samping susu almond bebas-laktosa bersebelahan dengan mie bebas-gluten yang terbuat dari batang brokoli. Kadang kalau saya merasa ingin cheating, saya akan minum sekotak susu dari sapi yang diperlakukan kurang manusiawi. (Oke, mungkin saya agak berlebihan, tapi tidak terlalu).
Salah satu cara Yesus menunjukkan kasih kepada orang-orang di sekitarNya adalah dengan memecahkan roti bersama mereka. Dari Zakheus, si pemungut cukai bertubuh pendek, sampai Maria dan Marta dan saudara mereka Lazarus, Yesus sering makan bersama orang-orang di rumah mereka. Dia sering menimbulkan keributan di antara tokoh agama Yahudi yang menganggap bahwa makan bersama orang berdosa adalah sesuatu yang memalukan.
Kita bisa mengasihi orang lain dengan cara menemukan kesamaan, terutama jika itu melibatkan makan bersama. Ketika kita makan bersama dengan makanan yang sama, kita bisa mengalami persekutuan yang sejati dan bermakna yang menghormati Juruselamat kita serta mendekatkan kita satu dengan yang lain.
Hari ini undanglah seseorang untuk makan bersama dengan Anda.
DOA KEKUATAN
Tuhan, tolonglah aku untuk mengasihi sesamaku dan menemukan cara untuk memecahkan roti bersama mereka. Hari ini tuntunlah aku kepada seseorang yang aku bisa minum kopi bersama, atau setidaknya bisa kuundang di lain kesempatan.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

