Sabtu, 12 Februari 2022
Bacaan : Markus 12 : 28-34
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (Ulangan 6:5)
Di masa-masa awal pernikahan saya dan Amy, kami segera menyadari bahwa orang yang kami nikahi itu tidak sempurna. Dalam suatu pertengkaran di awal masa itu, “medan perang”nya adalah meja makan, karena pilihan senjata kami adalah pancake. Jadi, Amy membuat lingkaran-lingkaran aneh dari adonan dan menyebutnya “kue panas”, sedangkan saya membuat lingkaran yang indah dan lezat, dan dikenal dengan sebutan, pancake. Kami bahkan berdebat apakah akan memberi mentega dan sirup apa yang mau dipakai!
Itu tidak mudah, tetapi Amy dan saya tahu bahwa komitmen yang kami buat satu sama lain berarti kami harus mempelajari segala sesuatu yang harus dipelajari—yang baik dan buruk—dan saling mengasihi seutuhnya. Saya pikir ini berlaku untuk kebanyakan kita. Saat kita bertemu dengan orang yang kita kasihi, seseorang yang jelas-jelas mengasihi kita apa adanya, maka kita ingin agar mereka mengenal kita seutuhnya. Kita ingin dilihat dan dipahami sepenuhnya.
Kebenaran yang sama berlaku dengan Tuhan. Dia ingin kita mengasihiNya dengan semua area keberadaan kita, bukan hanya ketika kita ke gereja, atau berdoa atau melayani seseorang yang membutuhkan. Hubungan kita denganNya adalah hal terpenting yang kita miliki. Maka kita harus berkomitmen untuk memberikan segala yang kita punya—perhatian, dedikasi dan pengabdian penuh.
Renungkanlah bagaimana Anda dapat mengasihi Allah lebih lagi dengan segala yang bisa Anda pikirkan, ucapkan dan lakukan hari ini.
DOA KEKUATAN
Tuhan, aku sangat mengasihiMu dan aku mau menyerahkan hati, jiwa dan kekuatanku untuk menunjukkan kepada sesama akan kasihku kepadaMu. Tunjukkanlah kepadaku area-area di mana aku perlu berserah agar dapat mengasihi Engkau lebih lagi.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

