Selasa, 8 Februari 2022
Bacaan : 1 Yohanes 4 : 16-21
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. (1 Yohanes 4:19)
Waktu saya berkencan ketika masih kuliah, saya berusaha menjaga hati saya dengan memastikan bahwa saya tidak pernah membutuhkan gadis manapun sebanyak saya ingin dia membutuhkan saya. Ketika saya menjadi Kristen, segalanya berubah, terutama dalam cara saya menjalin hubungan. Maka ketika saya bertemu dengan calon istri saya, Amy, saya segera menyadari bahwa saya sangat membutuhkan dia dalam hidup saya. Untungnya, dia pun merasakan hal yang sama. Kami menemukan betapa kami saling membutuhkan satu sama lain, dan tidak penting siapa yang mencintai siapa terlebih dulu.
Dengan Tuhan, sangat mudah dilihat: kita sanggup mengasihi karena Dia terlebih dahulu mengasihi kita. Ini bukan hanya karena kita membutuhkan Dia dan diciptakan untuk berada dalam hubungan denganNya. Ini merupakan respon alami yang sederhana ketika kita mengalami kasihNya bagi kita. Bahkan sekalipun sepertinya tidak masuk akal bagi kita, Allah mengasihi kita sebagai anak-anakNya. Dia merindukan hubungan dengan kita—begitu besarnya sehingga Dia membuat pengorbanan terbesar, yaitu AnakNya yang tunggal.
Jika Anda ingin mengasihi orang lain dengan kasih Yesus, maka pastikanlah hati Anda selalu tersambung dengan hati Allah. Dia adalah sumber kekuatan Anda untuk mengasihi orang-orang yang sepertinya sulit untuk dikasihi. Kita semua membutuhkan kasih Bapa, dan Dia memberikan kita hak istimewa untuk saling melayani.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, tolonglah aku untuk dapat mengasihi sesama sebagaimana Engkau mengasihiku. Mampukan aku untuk mendemonstrasikan kesabaran, belas kasihan, serta kemurahanMu kepada setiap orang yang kutemui hari ini.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

