Kamis, 3 Februari 2022
Bacaan : Efesus 4 : 29-32
Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” … (Lukas 23:34)
Waktu saya masih remaja, saya sering menampilkan permainan sulap, dan adik perempuan saya, Lisa, tiga tahun lebih muda dari saya, yang biasanya menjadi asisten saya. Kami sering melakukan trik di mana saya memasukkan dia ke dalam kotak dan membuatnya menghilang. Hanya kadang-kadang saya menguncinya di dalam kotak dan membiarkannya di sana. Yang saya pikir dia akan jadi histeris—buat Lisa, ternyata tidak terlalu. (Oke, mungkin kejadiannya sudah terlalu sering.)
Yang luar biasa adalah, bahwa adik saya selalu memaafkan saya—setidaknya sampai saya mengerjainya lagi di kesempatan lain. Ini agak tidak masuk akal buat saya, tetapi mengingat hal itu, sekarang saya menyadari bahwa saya melihat gambaran kasih Yesus dalam cara Lisa memaafkan saya. Karena Yesus bahkan mengampuni orang-orang yang membunuh Dia—pada saat mereka melakukannya.
Orang-orang meludahiNya, mengutukiNya, mengejek dan menertawakan Dia. “Raja orang Yahudi? Mengapa engkau tidak menyelamatkan dirimu sendiri?” teriak mereka. Dan bukannya membela diri atau memberi penjelasan atas apa yang sebenarnya terjadi, Yesus berdoa untuk mereka: “Ya Bapa, mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat—ampunilah mereka.”
Saya yakin bahwa belajar mengasihi seperti Yesus berarti belajar mengampuni seperti Dia juga. Yesus datang untuk mengampuni orang berdosa—termasuk Anda dan saya. Saat kita sudah diampuni, Yesus memanggil kita juga untuk saling mengampuni. Pengampunan adalah kuasa kasihNya dalam tindakan.
DOA KEKUATAN
Tuhan Yesus, berikanlah aku kekuatan untuk melakukan apa yang mustahil bagi manusia—mengampuni orang lain saat mereka menyakitiku. Seperti Engkau sudah mengampuniku atas dosa-dosaku, hari ini tolonglah aku untuk mengampuni orang-orang yang sudah melukaiku.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

