Jumat, 23 Desember 2022
Bacaan : 1 Korintus 15 : 40-49
Adam yang pertama dijadikan dari tanah, tetapi Adam yang kedua berasal dari surga. (1 Korintus 15:47—BIMK)
Sepertinya anak laki-laki teman saya telah secara kebetulan menambahkan hari raya baru untuk musim Natal. Karena sangat semangat menantikan malam Natal dan kemudian hari Natal, anak kecil ini menghitung hari. Saat hari besar itu semakin dekat, di suatu pagi anak ini bergegas memasuki kamar orang tuanya dan berkata, “Papa! Mama! Ayo bangun—hari ini hari Natal Adam!”
Masih dalam kondisi setengah tertidur orang tuanya bertanya apa yang dia bicarakan. “Jadi, aku mencari tahu,” katanya, “Kalau besok itu malam Natal (Christmas Eve), berarti hari ini pasti Natal Adam! Kan Adam datang sebelum Hawa.” (Di Amerika orang merayakan malam Natal/Christmas Eve pada tanggal 24 Desember malam. Dalam bahasa Inggris, Eve = Hawa. Jadi anak ini berpikir Christmas Eve = Natal Hawa).
Lalu ia melanjutkan untuk setidaknya membuka satu hadiah untuk merayakan Natal Adam, tetapi orang tuanya belum membeli apa-apa. Akhirnya, sejak saat itu tanggal 23 Desember kami kenal sebagai hari Natal Adam.
Ketika saya mendengar kisah yang lucu ini, saya tersenyum dan menghargai kecerdikan bocah ini. Namun hal itu juga membuat saya merenungkan apa yang secara berulang-ulang disebutkan dalam Alkitab. Allah menciptakan Adam sebagai manusia pertama, kemudian Hawa, dan memberikan Taman Eden kepada mereka. Allah juga memberikan kehendak bebas dan memerintahkan mereka untuk mentaatiNya dengan tidak memakan buah dari pohon tertentu. Mereka gagal dan menyebabkan dosa asal dalam garis keturunan umat manusia sampai hari ini.
Bagaimanapun, Alkitab menyatakan bahwa Yesus datang sebagai manusia kedua, semacam “pengulangan” mengirimkan seseorang yang tidak berdosa, yang bahkan mengorbankan diriNya supaya dosa-dosa kita dapat diampuni. Kristus melakukan apa yang gagal dilakukan oleh Adam—menaati Allah dan tunduk pada kehendak BapaNya. Jadi, siapa tahu? Merayakan Natal Adam bisa jadi merupakan ide yang baik juga!
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, aku sangat bersyukur karena Engkau adalah Allah sekaligus manusia. Engkau membayar lunas harga atas dosa-dosaku, dan sekarang aku diubahkan sehingga dapat menerima hidup kekal bersamaMu di surga.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

